Kapolri Harus Tindak Anggotanya yang Terlibat Kasus Gayus

Kapolri Harus Tindak Anggotanya yang Terlibat Kasus Gayus

- detikNews
Kamis, 20 Jan 2011 06:17 WIB
Kapolri Harus Tindak Anggotanya yang Terlibat Kasus Gayus
Jakarta - Pengadilan Negeri Jakarta Selatan telah menghukum terdakwa kasus korupsi, Gayus Tambunan 7 tahun penjara. Meskipun kasus itu telah diputus, polisi diharapkan tetap mengusut para perwiranya yang pernah disebut oleh Gayus.

"Sesuai dengan Instruksi Presiden (Inpres) kepolisian harus segenap hati mengungkap kasus ini. Kalau memang ada yang bersalah dari pihak kepolisian dalam kasus ini, ya ditindak saja. Kapolri tidak boleh setengah hati (mengungkap masalah ini)," ujar anggota Kompolnas, Novel Ali saat berbincang dengan detikcom, Kamis (20/1/2011).

Sebagai anggota Kompolnas Novel mengatakan, Inpres yang dikeluarkan tersebut hendaknya bisa menjadi cambuk bagi Kepolisian untuk mengungkap kasus ini. Kepolisian harus benar-benar bekerja serius.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Sebagai anggota Kompolnas saya tahu Polri dalam hal ini dalam posisi diuji coba apalagi setelah keluarnya Inpres tersebut. Dan saya menaruh keyakinan Polri tidak akan bekerja setengah hati untuk menuntaskan kasus ini," katanya.

Wapres Boediono, ditunjuk langsung oleh Presiden SBY untuk mengawasi penanganan kasus Gayus yang ditangani di tiap institusi penegak hukum. Meskipun Novel tidak begitu yakin dengan manuver Wapres, namun dia memastikan Wapres juga tidak akan menyia-nyiakan ujian yang diberikan SBY.

"Ya kitakan juga nggak ingin punya Wapres yang hanya seperti ban serap, tapi apakah Wapres bisa bertindak sesuai arahan Presiden atau dia melemah mengawasi kasus ini kita lihat saja. Yang jelas Wapres sedang diuji Presiden dan proses ini dilihat publik," beber Novel.

Terkait vonis yang dijatuhkan pada Gayus, secara pribadi Novel mengerti bahwa itu sangat bertentangan dengan keinganan publik. Tapi dia yakin, punya alasan atas keputusan yang diambil.

Novel hanya meminta pada masyarakat untuk tidak terkecoh dengan sosok Gayus yang belakangan selalu mengaku sebagai whistleblower (peniup pluit). Walaupun ada niat baik Gayus ingin membongkar kebobrokan negeri ini, tetap saja dia salah satu orang yang menyebabkan keborokan itu.

"Saya hanya mencemaskan ekspose tentang Gayus ini akan merubah pandangan. Karena dia sebetulnya penjahat, tapi justru tampil dengan sosok bak seorang pahlawan dengan menjadi whistleblower. Ini kontraprosuktif dengan semangat pemberantasan korupsi, karena seorang penjahat tetaplah seorang penjahat," tandasnya.

(lia/mok)


Berita Terkait