"Yang jelas kita lakukan penyelidikan. Artinya, kita kerjasama dengan interpol," ujar Kadiv Humas Mabes Polri Irjen Pol Anton Bachrul Alam di PTIK, Jl Tirtayasa, Jaksel, Rabu (19/1/2011).
Menurut Anton, keterangan Gayus belum bisa dipastikan kebenarannya. Polisi tentu akan menelusuri informasi itu.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kita kan nggak bisa langsung menduga. Nanti kalau salah bisa dikomplain (CIA)," tambahnya.
Usai sidang, Gayus meyatakan bahwa Jerome bercerita kepadanya bahwa dia agen CIA yang kegiatannya diketahui dan direstui oleh seorang anggota Satgas. Lalu apakah paspor Guyana itu buatan CIA atas suruhan dan restu Satgas? "Saya tidak tahu apakah paspor itu atas suruhan anggota Satgas," kata pengacara Gayus, Adnan Buyung Nasution.
Mabes Polri menyebut, John Jerome adalah otak pemalsuan paspor. Dia adalah warga AS yang dinyatakan buron. Polri juga menyebut, Gayus mengeluarkan Rp 900 juta atau US$ 100 ribu untuk membuat paspor dengan nama Sony Laksono. Nomor paspor itu asli sedangkan identitas Sony Laksono palsu.
(ape/gun)











































