Dari rumahnya di Perumahan Mediterania Golf, Jl Kenari Raya No 15, Panjaringan, Jakarta Utara, Nico menyimpan 11.650 ekstasi, 957 gram sabu-sabu, 2.737 happy five, dan prekursor sebanyak 55 kg . Selain itu ada 1 pen gun, 2 senjata rakitan jenis revolver dan berbagai jenis senjata tajam sebanyak 47 buah. Di rumah itu juga ditemukan uang tunai sebesar Rp 101 juta yang diduga sebagai hasil daripenjualan narkoba.
"Rumah itu sepi, selama 1 tahun kerja di sini saya belum pernah liat penghuni maupun tamu yang berkunjung," ujar salah seorang pengasuh anak yang tak mau disebut namanya. Ia mengaku setiap sore selalu berjalan-jalan sekitar kompleks dan ia tahu sejak Senin lalu (17/1) banyak polisi yang berkerumun di kompleks tersebut.
Menurutnya, warga perumahan di kompleks sangat tertutup dan tidak saling mengenal tetangganya satu sama lain. Kebanyakan pemilik rumah di kompleks itu warga keturunan yang sibuk bekerja dari pagi hingga malam hari.
Ia sempat bercerita bahwa dua hari lalu banyak polisi yang mengerumuni rumah no 15 itu dan memasang garis polisi berwarna kuning. Namun pagi ini garis polisi itu telah dicabut.
Menurut informasi dari seorang penyapu jalan kompleks, Aam, 2 tahun yang lalu pernah ditemukan juga bandar narkoba yang bermukim di kompleks Jl Kenari Golf VII "Hampir sama dengan yang di Kenari Golf VII. Tapi bandar narkoba sudah ditangkap", kata Aam yang telah bekerja selama 3 tahun di kompleks tersebut.
Pihak keamanan kompleks sendiri melarang setiap wartawan yang hendak masuk. Mereka berdalih dilarang oleh pihak manajemen untuk tidak membiarkan para kuli tinta mengabadikan foto rumah Nico maupun rumah yang lain.
Ketika ditanya apakah masih ada polisi yang berjaga-jaga, salah satu petugas mengatakan masih ada, namun petugas lain mengatakan polisi sudah pulang. Padahal masih terlihat satu unit mobil polisi yang terparkir di depan rumah Sang Penembak bus Trans-Jakarta tersebut.
Jika dilihat dari luar pagar tinggi Kompleks Kenari, semua rumah berlantai 3 dan bercat kuning muda. Di depan kompleks juga terdapat pasar Pantai Indah Kapuk di mana rata-rata warga kompleks Kenari membeli kebutuhan di sana.
"Ini pasar elite, pasarnya orang kaya. Hampir semua warga kompleks belanja di situ tapi biasanya pembantunya yang ke sana," tambah Aam.
Kawasan Mediterania Golf semula merupakan persawahan dan rawa yang kemudian dirubah menjadi kompleks kawasan elite. Sepanjang jalan kompleks pun berdiri penuh pepohonan yang memberikan kerindangan tersendiri. Tapi tak dipungkiri aroma yang tercium memang aroma laut yang jaraknya hanya 100 meter dari kompleks.
Menurut pantauan detikcom, hanya sedikit kendaraan yang keluar masuk dari pintu kompleks. Kebanyakan yang berhilir mudik adalah para pembantu maupun pengasuh anak dari kompleks tersebut. Rumah Nico sendiri berjarak sekitar 200 meter dari pos keamanan. Tidak ada kendaraan pribadi yang terparkir di depan rumah, hanya satu unit mobil polisi berwarna abu-abu.
Polisi yang berpatroli pun tak nampak. Penghuni lain yang sempat ditanyai detikcom justru mengaku tidak tahu menahu tentang kasus tersebut, yang lain justru tahu setelah diceritakan oleh pembantunya.
(feb/gah)











































