Direktur Lalu Lintas Polda Metro Jaya Kombes Royke Lumowa mengatakan, pihaknya hanya bisa melakukan pencegahan aksi penebaran paku tersebut dengan melakukan sweeping. Sweeping ranjau paku itu sendiri akan dilakukan secara berkala, setiap dua minggu sekali.
"Dua minggu sekali kita akan lakukan sweeping jalan dari ranjau paku. Seharusnya sih tiap hari, karena kita tidak tahu kapan penebar paku itu melakukan aksinya," kata Royke saat dihubungi wartawan, Rabu (19/1/2011).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Nanti magnet tersebut akan menarik material-material besi seperti paku di jalan," katanya.
Lebih jauh, Royke mengimbau agar masyarakat lebih berhati-hati saat melintas di jalan. Sebab, penebar paku ini menyebarkan paku di bahu-bahu jalan.
Ia juga mengimbau masyarakat untuk waspada saat melintas di jalan yang banyak dijumpai tambal ban. "Hati-hati saja kalau melintas di jalan yang banyak dijumpai tukang tambal ban," katanya.
Ranjau paku memang sudah menjadi hal yang biasa terjadi di jalanan Jakarta. Pelaku penebar paku, menyebarkan paku atau material lain yang diperuncing.
"Misalnya dari besi payung yang dipotong, panjangnya beragam," tutupnya.
Korban ranjau paku, Aryani (28) mengalami kebocoran ban dua kali dalam sehari ini. Pertama kali bannya bocor, Aryani mengganti ban dalam motornya di tambal ban di depan Atrium, Senen.
Selang setengah jam kemudian, ban dalamnya kembali bocor di bawah jembatan Semanggi. Besi payung yang diperuncing sepanjang 7 centimeter, menancap di bannya hingga menembus ban dalam dia.
(mei/gun)











































