Maen Rashid Areikat, utusan untuk markas besar Delegasi Umum Organisasi Pembebasan Palestina (PLO) mengibarkan bendera tersebut dengan disaksikan para wartawan dan lainnya.
Dalam sebuah statemen, kantor PLO di Washington menyatakan, para delegasi dari Departemen Luar Negeri AS dan Duta Besar Liga Arab Ambassador Hussein Hasouneh menghadiri seremoni tersebut.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Bendera ini juga merupakan pesan jelas bahwa rakyat Palestina dan PLO merupakan pemain-pemain itama dalam persamaan di Timur Tengah, tanpa mereka tak akan ada perdamaian, keamanan dan stabilitas di wilayah ini," tandas Areikat.
Pihak Deplu AS menyatakan, seremoni pengibaran bendera tersebut telah disetujui beberapa bulan lalu. Ditegaskan Deplu AS bahwa hal itu tidak mengubah status perwakilan Palestina di Washington.
Namun, Ileana Ros-Lehtinen, Ketua Komite Urusan Luar Negeri DPR AS mengecam pengibaran bendera Palestina tersebut. Politikus Partai Republik itu menyebut langkah tersebut sebagai bagian dari skema kepemimpinan Palestina untuk memanipulasi penerimaan internasional dan pengakuan diplomatik atas sebuah negara Palestina.
Perundingan langsung antara Palestina dan Israel kembali terhenti pada September 2010 lalu. Ini disebabkan oleh penolakan Israel untuk memperpanjang pembekuan pembangunan pemukiman Yahudi di wilayah Palestina.
Otoritas Palestina menyatakan, kegiatan ilegal itu bertujuan mencegah terbentuknya negara Palestina. Palestina pun menolak melanjutkan perundingan sebelum Israel menghentikan proyek pembangunan pemukiman itu.
(ita/nrl)











































