Dari pantauan di lokasi kebakaran, Rabu (19/1/2011) asap masih terlihat mengepul dari barang-barang yang terbakar di sejumlah titik. Meski begitu, pemilik kios tetap mengais barang-barang dari puing kebakaran.
Salah satunya adalah Elfiana. Pemilik kios pakaian dan perlengkapan sekolah ini membongkar isi kiosnya yang terbakar. Sejumlah pakaian masih bisa diselamatkan. Namun hampir 90 persen hangus terbakar. Elfiana berharap Pemkot Medan segera membangun pasar agar para pemilik kios dapat berdagang kembali.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut Elfiana, pihaknya mengalami kerugian mencapai Rp 70 juta akibat kebakaran. Sementara Iwan yang juga korban kebakaran mengatakan, api berasal dari lilin di salah satu kios di bawah jalan layang Pulo Brayan.
Api merambat cepat karena barang dagangan merupakan bahan pakaian yang mudah terbakar. Akibatnya, ratusan kios hangus dilalap si jago merah, Selasa (18/1/2011) malam.
"Api bukan dari hubungan arus pendek listrik, tapi dari lilin dari kios di bawah jembatan layang," kata Iwan.
Polsekta Medan Barat memasang garis polisi dan melarang warga masuk ke lokasi kebakaran. Namun ratusan warga terlihat di lokasi kebakaran.
Arus lalu-lintas di bawah jembatan layang hingga Rabu siang masih mengalami kemacetan akibat tumpukan barang-barang sisa kebakaran dan sebagian tertumpuk di sisi jalan. Dinas Kebersihan Pemkot Medan terpaksa mengerahkan truk sampah mengangkut sisa kebakaran.
(rul/fay)











































