"Merespons antusiasme publik terhadap gerakan ini, khususnya yang terlihat langsung pada acara dengar pendapat publik tanggal 14 Januari 2011 di PGI Salemba, Badan Pekerja memutuskan untuk mendeklarasikan untuk membuka rumah pengaduan kebohongan publik," ujar Koordinator Badan Pekerja Gerakan Tokoh Lintas Agama Melawan Kebohongan, Chalid Muhammad.
Chalid mengatakan itu di Kantor Maarif Institute, Jl Tebet Dalam Barat, Jakarta Selatan, Rabu (19/1/2011).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Jumlah rumah pengaduan kebohongan ini dipastikan akan terus bertambah di daerah-daerah seperti Surabaya, Semarang, Bandung, NTT, Kalsel dan lain-lain," kata Chalid.
Anggota Badan Pekerja Gerakan Tokoh Lintas Agama Melawan Kebohongan, Edwin Partogi menambahkan, rumah pengaduan kebohongan publik dibuka tergantung respons dari pemerintah.
"Sampai sejauh mana gerakan ini, sangat ditentukan oleh sejauh mana respons dari pemerintah. Kesempatan emas ini harusnya dimanfaatkan dengan baik oleh pemerintah yakni dengan menjawab secara subtansial," kata Edwin.
(nik/fay)










































