Subhan, sopir truk itu masih menjalani perawatan di RSUD Wonosobo, Rabu (19/1/2011). Warga Krajen Utara, Kalisuri, Demak, Jawa Tengah, ini lecet-lecet di bagian dahi, tangan dan kakinya. Ia masih bisa duduk di samping tempat tidur rumah sakit itu.
Seorang petugas polisi lalu lintas Polres Wonosobo menjaga Subhan. Lengan kiri Subhan diborgol ke tempat tidur rumah sakit itu. Sedangkan kernet truk itu, Sugiarto, kaki kanannya patah.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Jenazah Ngatiem dan Nenek Patmo dibawa ke RSUD Wonosobo. Nenek Patmo menderita luka di bagian kepala, sedangkan Ngatiem luka parah di sekujur tubuhnya.
Hingga kini RSUD Wonosobo masih merawat 13 korban akibat kecelakaan maut ini. Kebanyakan dari korban mengalami luka lecet dan juga memar di bagian kepala dan lengan.
Luka korban yang cukup parah diderita Ngadirah (37) dan Saritah (44). Keduanya dirawat di RS Islam Wonosobo. Ngadirah, warga Selomerto, Wonosobo, ini melepuh di bagian wajah kiri dan kakinya karena terkena air aki.
Sedangkan Saritah (44) mengalami luka bakar di bagian kaki dan perut karena terkena air aki dan juga terkena bensin yang terbakar.
Dua orang koban lainnya, Muhsudi (34) dan Muhyasin (32), harus dirujuk ke RS Siaga Medika Banyumas. Mereka mengalami patah tulang kaki.
(nal/fay)











































