"Kan masih berbeda dengan pandangan masyarakat Yogja. Karena yang memilih atau tidak adalah masyarakat, suara saya kan cuma satu," ujar Sultan kepada wartawan di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Rabu (19/1/2011).
Oleh karena itu, Sultan menuturkan, dirinya sudah menyerahkan draf pembanding kepada DPR. Draf tersebut dibuat berlandaskan draf yang diserahkan pemerintah kepada DPR tahun lalu.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Namun demikian hingga hari ini belum ada titik temu. Apalagi DPR juga belum mulai membahas RUUK.
"Belum ada penyelesaian, jalan tengahnya kan nanti di DPR. Saya nggak punya komentar soal penetapan atau pemilihan karena hak legislasinya di DPR. Nanti saja kalau saya sudah dipanggil DPR," terang Sultan.
Sampai saat ini, Sultan menuturkan, belum ada komunikasi lanjutan antara pemerintah dengan dirinya. "Saya cuma bertemu SBY kemarin itu saja, belum ada pertemuan lagi. Komunikasi dengan parpol juga belum ada, lebih baik tunggu panggilan dari DPR saja," jelasnya.
(van/gun)











































