Ulah Gayus dalam berbagai kasus memang membuat banyak orang marah. Selain telah merugikan negara miliaran rupiah dalam pat gulipat pajak, Gayus juga membuktikan mampu memperdaya banyak pihak dalam penegakan hukum. Kondisi tersebut menunjukkan bahwa Gayus memang orang yang kuat dan sangat berpengaruh di berbagai sektor.
Tak cukup itu, bahkan dalam dupliknya Gayus masih berani lantang menawarkan diri sebagai staf ahli Kapolri atau staf ahli Jaksa Agung atau staf ahli Ketua KPK dengan janji akan memberantas korupsi hingga akar-akarnya selama dua tahun dia memegang jabatan itu.
"Dia berani memberi janji selama dua tahun Indonesia akan bersih dari korupsi, tidak hanya kelas teri tapi juga kelas kakap yang menjadi aktor di balik mafia korupsi. Ucapannya melebihi instruksi dan keberanian yang diberikan oelh presiden saat ini. Itu yang membuat kami merasa perlu mendukung Gayus sebagai presiden," ujar salah seorang orator aksi.
Tentu saja dukungan itu hanyalah sindiran mahasiswa atas kondisi penegakan hukum saat ini. Dengan sindiran yang menohok seperti itu, diharapkan presiden SBY dan kabinetnya segera menyadari kelemahannya. Presiden juga didesak segera mengusut pelaku-pelaku besar di balik mafia hukum di negeri ini.
Selain itu belasan peserta aksi juga membawa poster-poster yang isinya dukungan agar Gayus dijadikan presiden. Bahkan ada poster mencolok bertuliskan yang 'SBY Turun Saja Biar Gayus Jadi Presiden'.
Sebagai akhir dari aksi tersebut adalah aksi teatrikal yang menggambarkan seseorang yang diberiu nama Gayus yang dinobatkan sebagai raja dan dimahkotai dengan mahkota kulit ala wayang orang.
(mbr/nrl)











































