"Pemerintah telah membentuk 'joint task force' (gugus tugas gabungan) terdiri dari Kemenakertrans, Kemenlu, Kemenag, Kemensos, Polri (Bareskrim), Kemenpolhumham, Kemenko Kesra, Kemeneg PP dan Perlindungan Anak, serta BNP2TKI untuk melakukan upaya pemulangan tersebut," kata Muhaimin dalam siaran pers, Selasa (18/1/2011).
Dia menjelaskan, untuk memudahkan proses pemulangan TKI berjalan dengan baik, pihaknya melakukan pendekatan dengan pemerintah Arab Saudi untuk pembenahan sistem perlindungan TKI.
"Kita tiap hari sudah melakukan pemulangan lewat KJRI. Namun dalam waktu dekat ini akan ada pemulangan khusus yang dilakukan terutama bagi TKI perempuan yang hamil, anak-anak, TKI berusia lanjut serta yang menderita sakit," imbuh Muhaimin.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Selain pemulangan reguler oleh KJRI, juga akan dilakukan pemulangan khusus oleh Tim gabungan yang dikoordinasi Menko Polhukam, serta melalui kerja sama dengan tokoh masyarakat," terangnya.
Juga agar kasus serupa tidak terulanga, di dalam negeri akan dilakukan pengetatan pengiriman TKI ke Luar negeri, sehingga hanya calon TKI yang benar-benar siap yang dapat berangkat saja yang dikirim.
"Upaya pengetatan dilakukan terhadap agensi atau majikan di Arab Saudi. Majikan yang merekrut dan mempekerjakan TKI harus memenuhi syarat seperti memiliki kapasitas gaji yang baik dan
menjamin hak komunikasi TKI dengan dunia luar melalui telepon dan alat komunikasi lainnya," tutupnya.
Sebelumnya diketahui digelar aksi penggalangan dana Rp 1.000 yang dilakukan aktivis Migrant Care di Bundaran HI, Jl Thamrin, untuk para TKI di Arab Saudi yang terlantar.
"Rp 1.000 ini penting untuk membantu untuk pemulangan, kondisi mereka memprihatinkan, pemerintah tidak peduli. Kami menggalang untuk pemulangan mereka," kata Ketua Migrant Care Anis Hidayah di tengah-tengah aksi di Bundaran HI, Jakarta, Rabu (12/1).
Menurut data Migrant Care, para TKI itu telah telantar selama tiga bulan. Saat ini, mereka tinggal di kolong jembatan di Arab Saudi dan membutuhkan bantuan. Mereka harus berjuang untuk hidup dengan segala keterbatasan.
Menurut Anis, kondisi ini sangat bertolak belakang dengan anggaran di dalam negeri yang terkesan dihambur-hamburkan. Misalnya anggaran studi banding para wakil rakyat dan juga anggaran Presiden ke luar negeri.
Migrant Care juga menerima sumbangan melalui rekening bank. Jika ingin memberi sumbangan, dana dapat ditransfer ke nomor rekening 9080101086003 atas nama Yayasan Migrant Care Bank CIMB Niaga cabang Rawa Mangun, Jakarta Timur.
(ndr/fay)










































