"Yang berkaitan dengan rumah jabatan saya siap diperiksa KPK, sebagai pejabat negara saya harus patuh pada aturan," tegas Nining dalam konferensi pers di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Selasa (18/1/2011).
Hal ini disampaikan Nining menyambut keinginan Ketua DPR Marzuki Alie agar KPK masuk menelusuri dugaan korupsi dalam pembangunan rumah jabatan anggota DPR. Marzuki menduga demikian karena pembangunan rumah jabatan molor dan tidak sesuai dengan keinginan DPR.
Nining juga membuka masuknya BPK dalam audit anggaran pembangunan rumah jabatan DPR. Ia pun bersiap klarifikasi jika ditemukan kejanggalan dalam audit tersebut.
"Kami siap membuka pintu BPK yang ingin terjun memeriksanya," tutupnya.
Pembangunan rumah jabatan anggota DPR molor dari jadwal yang diperkirakan. Sejumlah anggota DPR juga protes karena bahan-bahan bangunan yang digunakan terkesan murahan.
Sebelumnya Ketua DPR Marzuki Alie juga menyarankan anggota DPR tidak menerima rumah jabatan sebelum dibangun sesuai kesepakatan. FPAN DPR sudah memastikan menolak rumah jabatan tersebut.
(van/anw)











































