"Dua hari lalu ada polisi datang memberitahukan ada massa FPI yang akan membubarkan acara," ujar Saiful Haq, salah seorang panitia acara kepada detikcom, Selasa (18/1/2011).
Menurut Syaiful, semua panitia acara saat ini masih berada di Kabag Intelkam Mabes Polri untuk membicarakan masalah itu. Mereka masih menunggu perkembangan, apakah polisi akan menyarankan pihaknya meneruskan acara itu atau tidak.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Syaiful menerangkan, FPI menuduh acara yang digagas Goethe itu ingin membuka tragedi 1965 dan menempatkan PKI sebagai korban. "Mereka menuduh acara ingin membuka tragedi 1965 dan menempatkan PKI kepada korban. Menurut mereka acara kita bisa membuka kenangan buruk tahun 1965. Padahal ini acara konvensi internasional dan akademik," kata Syaiful.
Indonesia and The World in 1965 akan dibuka sekitar pukul 18.00 WIB. Acara dibuka untuk umum dan gratis serta disisipi acara peluncuran buku dan pementasan teater.
Sementara itu, Ketua Nahi Munkar FPI Munarman tidak mengetahui rencana demonstrasi itu. "Tanya saja polisinya," ujarnya saat dikonfirmasi detikcom. Sementara, Ketua FPI Habib Rizieq tidak mengangkat ponselnya.
(nik/nrl)











































