Puluhan Warga di Riau Keracunan Nasi Bungkus

Puluhan Warga di Riau Keracunan Nasi Bungkus

- detikNews
Selasa, 18 Jan 2011 14:19 WIB
Pekanbaru - Puluhan warga Kecamatan Rambah Hilir, Kabupaten Rokan Hulu, Riau, mengalami keracunan massal. Mereka diduga keracunan setelah menyantap nasi bungkus yang dibagikan saat menghadiri kampanye calon bupati setempat.

Suasana RUSD Pasirpangeraian dijubeli ratusan orang yang mengantarkan sanak familinya yang mengalami keracunan. Mereka yang mengalami keracunan terdiri dari orang dewasa dan anak-anak.

"Ada 36 orang yang mengalami keracunan. Kini tercatat 24 orang masih menjalani rawat inap, sedangkan 16 orang menjalani rawat jalan. Ada satu orang ibu rumah tangga yang mesti dirawat di ruang ICU karena kondisinya cukup parah," kata Direktur RSUD Pasispangaraian, Nyoman Soehata dalam perbincangan dengan detikcom, Selasa (18/01/2011).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dia menjelaskan, puluhan pasien yang diduga mengalami keracunan makanan ini mulai berdatangan sejak Senin (17/01/2011) sekitar pukul 23.00 WIB malam. Awalnya yang datang hanya belasan orang. Namun hingga hari ini warga yang mengalami keracunan terus bertambah.

"Mereka umumnya mengalami mual-mual, pusing dan mencret. Tubuh mereka mengalami lemas dan pusing-pusing. Dugaan sementara mereka ini keracunan makanan. Namun demikian kita belum dapat memastikan penyebabnya. Sampel muntah dan nasi yang mereka makan sudah kita ambil untuk uji labor," kata Nyoman.

Sejumlah informasi yang dihimpun detikcom, sebelumnya ratusan warga setempat menghadiri kampanye pasangan bupati Rokan Hulu, Zulkifli-Muzawir pada Senin (17/01/2011) sekitar pukul 15.30 WIB. Layaknya sebuah kampanye, warga pun diberi makanan nasi bungkus yang dibagikan tim sukses.

Sore itu ratusan warga pun menyantap nasih bungkus yang dibagikan. Namun malam harinya, sebagian di antara mereka ada yang mengaku pusing-pusing. Ada sebagian yang mengalami mencret dan muntah-muntah.

"Melihat kondisi anak saya yang mengalami muntah-muntah awalnya kita merujuk ke bidan terdekat. Namun karena kondisi tubuhnya terus melemah, bidan desa meminta untuk segera merujuk ke rumah sakit. Sampai sekarang anak saya masih menjalani rawap inap," ujar Hendra (43) yang anaknya masih duduk kelas 1 SD itu.
(cha/anw)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini