Buntut Penembakan Arizona, Penjualan Senjata Api di Amerika Melonjak

Buntut Penembakan Arizona, Penjualan Senjata Api di Amerika Melonjak

- detikNews
Selasa, 18 Jan 2011 14:00 WIB
Buntut Penembakan Arizona, Penjualan Senjata Api di Amerika Melonjak
Arizona - Penjualan senjata api di Amerika Serikat tengah mengalami lonjakan tajam. Lonjakan itu terjadi menyusul penembakan seorang anggota Kongres AS di Tucson, Arizona pada 8 Januari lalu.

Di Arizona sendiri tercatat kenaikan 60 persen penjualan senjata api sejak peristiwa maut yang menewaskan enam orang dan melukai 13 orang lainnya termasuk Gabrielle Giffords, anggota Kongres dari Partai Demokrat tersebut.

Menurut media Bloomberg, penjualan senjata api meningkat 65 persen di Ohio, 38 persen di Illinois, 33 persen di New York dan 16 persen di California.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Kami sedang meningkat dua kali lipat dari yang biasanya," kata Greg Wolf, pemilik dua toko senjata di Arizona seperti dikutip Bloomberg dan dilansir Press TV, Selasa (18/1/2011).

Menurutnya, lonjakan itu didorong oleh kekhawatiran warga bahwa pemerintah akan menerapkan larangan senjata akibat aksi penembakan di Tucson tersebut.

"Ketika sesuatu seperti itu ini terjadi, masyarakat menjadi khawatir bahwa pemerintah akan menerapkan larangan-larangan," tutur Wolf.

Salah satu jenis senjata api yang paling laku keras dalam beberapa hari ini adalah model Glock 19, yang ironisnya merupakan model pistol yang sama yang digunakan dalam penembakan brutal di Tucson.

Menurut Reuters, secara keseluruhan AS memiliki 90 senjata untuk setiap 100 warga negara, yang menjadikannya sebagai masyarakat paling bersenjata di dunia.

Menurut Survei Senjata Kecil 2007 oleh Graduate Institute of International Studies yang berbasis di Jenewa, Swiss, warga AS memiliki 270 juta dari total 875 juta senjata yang dikenal di dunia. Sekitar 4,5 juta dari 8 juta senjata baru yang diproduksi di seluruh dunia setiap tahun dibeli di AS.

(ita/nrl)


Berita Terkait