"Seharusnya di dalam melakukan suatu penyelidikan betul-betul berusaha membuka persoalan ini sebersih-bersihnya, sampai ke tingkat akarnya," kata anggota Komisi III DPR Bukhory Yusuf di Jakarta, Selasa (18/1/2011).
Menurut dia, kalau alasannya HS memberi uang kepada Gayus sebagai ungkapan terima kasih, tentu ditengarai ada lagi yang lainnya yang pernah dibantu Gayus.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Namun dia mengingatkan, dalam hukum tentu harus dikedepankan azas praduga tidak bersalah. Tapi jangan dengan alasan itu pula polisi jadi tidak berani membuka siapa yang memodali Gayus.
"Polisi harus lebih berani mengungkapkan, mereka yang secara signifikan terkait Gayus," kata politisi PKS ini.
Kapolri Jenderal Pol Timur Pradopo sebelumnya menyebut HS membiayai Gayus untuk membuat paspor palsu. "Kalau dari pengakuan Gayus, untuk membiayai paspor Gayus ke luar negeri," kata Timur di Kantor Presiden, Jl Medan Merdeka Utara, Jakarta, Senin (17/1).
Gayus berdasarkan keterangan kepolisian mengeluarkan uang US$ 100 ribu untuk membuat paspor atas nama Sony Laksono. Paspor itu dibuat pada sindikat pembuat paspor, dan Polri sudah menahan pelaku pembuatan paspor tersebut. Sindikat juga beranggotakan warga AS bernama John Jerome yang kini buron.
(ndr/nrl)











































