Sebelum Ditembak, Briptu Meri Sempat SMS Temannya

Anggota Brimob Ditembak

Sebelum Ditembak, Briptu Meri Sempat SMS Temannya

- detikNews
Selasa, 18 Jan 2011 05:32 WIB
Jakarta - Briptu Meri Asmara (sebelumnya ditulis Brigadir), anggota Satuan Pelopor Brimob Kedung Halang, Bogor yang tewas ditembak perampok, sempat mengirimkan SMS kepada temannya, Dedi. Meri berpesan agar Dedi mengontrol keamanan.

Petugas keamanan bernama Ruky Haryanto mengatakan, sebelum ke rumah Eem Yulianti, korban berada di pos penjagaan di depan rumah Ny Min (Ibunda Eem) di Desa Kembang Kuning, Kecamatan Kedung Halang. Lokasi rumah Eem dengan Ny Min berjarak sekitar 2 kilometer.

"Waktu itu Pak Meri baru pulang dari pos sekitar jam 12.00 malam," kata Ruky saat dihubungi wartawan, Senin (17/1/2011) malam.

Dengan mengendarai sebuah mobil, Meri menuju ke rumah Eem seorang diri. "Biasa, Pak Meri kan bantu-bantu kontrol keamanan di rumah Bu Eem," katanya.

Sekitar pukul 01.36 WIB, korban sempat mengirimkan pesan singkat terakhir kepada Dedi, teman Ruky yang berjaga di pos pengamanan rumah Ny Min. "Isinya agar Dedi hati-hati, kontrol-kontrol keamanan," ujarnya.

Kemudian, sekitar pukul 02.50 WIB, Ruky mendapat perintah dari Ny Min untuk menuju ke rumah Eem. "Kata ibu (Min), rumah bu Eem didatangi rampok," katanya.

Ruky dan teman-temannya kemudian menuju rumah Eem. Setibanya di lokasi, gerbang rumah Eem setinggi 2 meter itu tidak terkunci.

"Saya melihat Pak Meri sudah tergeletak berlumuran darah. Mukanya juga lebam habis dipukuli," katanya.

Mengetahui hal itu, sejumlah saksi, termasuk Ruky tidak berani menyentuh korban. "Kami menunggu polisi datang agar tidak ada yang berubah," katanya.

Sementara Eem yang sudah mengetahui kedatangan pelaku, sudah lebih dulu menelepon polisi. "Ibu Eem sempat mengintip dari jendela. Tapi tidak berani keluar," ujarnya.

Briptu Meri ditembak kawanan yang diduga perampok saat berjaga di rumah pengusaha show room mobil, Eem Yulianti di Kampung Cibeber RT 8/04, Desa Kahuripan, Kecamatan Kedung Halang, Bogor pada Senin (17/1) dini hari.

"Waktu itu Pak Meri sedang tiduran di teras sama Ipin, sopir bu Eem," katanya.

Dua pelaku yang datang melalui pintu gerbang lantas mengeroyok korban. Namun, perlawanan korban sia-sia. Senjata revolver miliknya dirampas pelaku.

"Pak Meri lalu ditembak di bagian dada kiri," katanya.

Aparat kepolisian telah memeriksa sejumlah saksi terkait peristiwa itu. Motif penyerangan, belum diketahui.

"Motifnya masih kita dalami," kata Kasat Reskrim Polres Kabupaten Bogor AKP Zulkarnain saat dihubungi terpisah.


(mei/rdf)


Berita Terkait