"Ada 2 ABK WNI dan mereka dalam kondisi baik. Baru itu informasi yang diterima. Kelihatannya tidak bermasalah, kondisinya baik," ujar Juru Bicara Kementerian Luar Negeri, Kusuma Habir, saat dihubungi detikcom, Senin (17/1/2011) malam.
Kusuma menyatakan, pihak Kemlu memang belum mendapatkan data lengkap terkait insiden tersebut. Namun, Kusuma memastikan, pihaknya akan selalu memonitor perkembangan yang ada demi memastikan kondisi kedua WNI yang ditawan saat berlayar di Laut Arab itu.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Koordinasi akan dilakukan dengan otoritas Korea Selatan, karena mereka sebagai pemilik dan perusahaan kapalnya dari sana. KBRI Seoul dari awal sudah memantau, juga koordinasi dengan otoritas setempat," tuturnya.
Kusuma menambahkan, pihak Kemenlu akan berupaya semaksimal mungkin untuk memulangkan kedua WNI tersebut ke Indonesia.
"Tentu untuk pemulangan seperti yang biasa dilakukan. Kita akan bekerja sama dengan otoritas setempat, melalui perusahaan kapalnya, karena mereka melakukan pengaturan juga," tandas Kusuma.
Sebelumnya, dua WNI yang diketahui bernama Sonny Sanjaya dan Ufuk Megantoro menjadi korban penyanderaan bajak laut Somalia. Kapal yang mereka tumpangi dibajak pada Sabtu (15/1) saat tengah berlayar di Laut Arab.
Keduanya merupakan anak buah kapal MT Samho Jewelry Ant III yang mengangkut bahan kimia seberat 11.500 ton. Kapal ini merupakan kapal milik perusahaan Korea Selatan, Sunjin Shipping Co LTD.
(nvc/rdf)











































