Rem Mobil Blong, 2 Tewas di Lereng Gunung Merbabu

Rem Mobil Blong, 2 Tewas di Lereng Gunung Merbabu

- detikNews
Selasa, 18 Jan 2011 01:08 WIB
Magelang - Sebuah mobil Suzuki Futura warna putih bernopol AB 9897 DN terguling di turunan tajam Lereng Gunung Merbabu. Tepatnya di Desa Keteb, Kecamatan Sawangan, Magelang, Jawa Tengah. Dua orang tewas dan 32 mengalami luka-luka. Penyebabnya diduga karena rem blong dan mobil kelebihan muatan.

Dua orang tewas adalah Tuni (35) dan Elsa bocah yang baru berumur empat tahun. Elsa tewas akibat terlempar dari gendongan ibunya saat terguling. Keduanya merupakan Warga Desa Sengi, Kecamatan Dukun, Magelang.  

Dari informasi yang dihimpun detikcom di lapangan, peristiwa berawal dari pukul 14.00 WIB, Senin (17/1/2011), mobil bak terbuka jenis Futura yang dikemudikan Warli (27) mengakut 33 penumpang yang masih satu keluarga. 10 Diantaranya adalah anak-anak. Mereka berjejal dalam bak mobil itu.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Keluarga itu pergi ke tempat saudaranya yang ada hajat 'saparan' (perayaan bulan jawa sapar) di Dusun Pogalan, Desa Kaponan, Kecamatan Pakis, Magelang.

Sekitar pukul 15.00 WIB, mobil dengan kondisi bak terbuka dan penuh sesak itu hendak pulang. Saat melewati turunan tajam lereng Merbabu, setelah melewati obyek wisata Gardu Pandang Keteb, mobil yang dikemudikan Warli tiba-tiba mengalami rem blong. Mobil pun kehilangan kendali dan meluncur dengan kencang.

"Saat mendengar teriakan sopir, saya segera melompat," jelas Pondoh, 35, salah satu korban saat ditemui detikcom di RSUD Muntilan, Magelang.

Pondoh menyatakan selain dirinya yang langsung melompat Sarno (55) pamanya juga sempat melompat untuk langsung menyelamatkan diri. Namun, 32 penumpang lainya yang mayoritas ibu-ibu dan anak-anak tidak sempat menyelamatkan diri mereka masing-masing. 

Mobil pun hilang kendali dan sempat menyerempet dua buah sepeda motor diantaranya sepedamotor Mio Merah Bernopol AA 6052 YK dan Kawasaki Kaze Merah Bernopol AA 2188 MK.

Saat terguling sebanyak dua kali, puluhan penumpang mobil pun langsung tumpah dan jatuh ke jalan raya. Diduga akibat terbentur aspal yang terlalu keras dan terjepit bak saat terguling korban Tuni dan Elsa langsung menghembuskan nafas di Tempat Kejadian Perkara (TKP).  

Usai kejadian, jalur yang merupakan jalur alternatif jalan Raya Magelang menuju ke Boyolali dan Kopeng, Kabupaten Semarang itu pun mengalami sedikit kemacetan.

Puluhan korban penumpang akhirnya dievakuasi dengan menggunakan angkutan desa yang kebetulan lewat di tempat kejadian kecelakaan. Petugas Satlantas Polres Magelang yang datang langsung mengamankan tempat kejadian.

Sampai malam ini, puluhan korban kecelakaan masih ditangani serius oleh tim medis dan dokter Instalasi Gawat Darurat (IGD) RSUD Magelang, Jl Kartini, Magelang. 

Dua jenasah korban Tuni dan Elsa setelah beberapa menit disemayamkan di ruang jenasah RSUD Muntilan Magelang, sekitar pukul 19.00 WIB, Senin (17/1), langsung dibawa pulang ke rumah duka untuk dimakamkan di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Desa Sengi, Kecamatan Dukun, Magelang.

Kasat Lantas Polres Magelang, AKP Widiyanto yang ditemui di RSU Muntilan mengaku belum bisa memberikan keterangan. "Kami juga masih menghimpun data," ujar Widiyanto singkat.

Kapolres Magelang AKBP Kif Aminanto saat ditemui detikcom di TKP menyatakan kecelakaan diduga akibat jalan yang dilalui turun tajam kemudian sopir tidak menguasai mobil.

"Apalagi, di dalam bak mobil Suzuki Futura itu terdapat penumpang yang berlebihan muatan. Akibatnya sopir saat ini kami amankan di kantor Polres Magelang untuk kami mintai pertanggungjawaban," tegas Kif Aminanto.

Sampai saat ini petugas masih memintai keterangan terhadap Warli sopir yang mengemudikan mobil dengan penumpang yang berlebihan itu.
(rdf/rdf)


Berita Terkait