SBY Diberi Penghormatan Adat, Bukan Status Raja

SBY Diberi Penghormatan Adat, Bukan Status Raja

- detikNews
Senin, 17 Jan 2011 20:05 WIB
Jakarta - Aksi penolakan dari kelompok masyarakat tertentu, tidak membuat rencana kunjungan kerja Presiden SBY ke Sumatera Utara dibatalkan. Agenda tersebut tetap akan dilaksanakan sepanjang hari esok.

"Tetap dilaksanakan, sebab itu memang sudah diagendakan," kata Jubir Kepresidenan Julian Aldrin Pasha di Kantor Presiden, Jakarta, Senin (17/1/2011).

Menyinggung agenda pemberian gelar raja kepada Presiden SBY yang kemudian jadi bahan kontroversi, menurutnya lebih karena ada salah paham. Julian menegaskan, agenda yang betul adalah penyampaian penghargaan adat kepada Presiden SBY oleh salah satu suku di Sumatera Utara.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Ini ada misleading, pertemuan yang diwacanakan itu adalah salah satu suku setempat akan memberikan penghargaan gelar adat. Ini dalam konteks penghormatan, bukan raja atau sebagainya," jelasnya.

Penganugerahan gelar adat bukan sekali ini diberikan kelompok masyarakat adat kepada Presiden SBY. Bahkan merupakan agenda yang lazim ada di sela-sela kunjungan kerja Presiden SBY ke daerah terutama yang selama ini belum pernah dikunjungi oleh Presiden RI.

"Ini terlalu luas misleading. Jangan terlalu didramatisir," sambung Julian.

Menurut jadwal, pada pukul 07.30 WIB (18/1), Presiden SBY dan rombongan akan bertolak ke Medan. Agenda utama kunjungan kerja adalah meresmikan infrastruktur listrik PLN dan kunjungan budaya yang lain.

(lh/rdf)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads