Polisi: Adun Hilang Meninggalkan Rumah, Tidak Diculik

Balita Hilang

Polisi: Adun Hilang Meninggalkan Rumah, Tidak Diculik

- detikNews
Senin, 17 Jan 2011 18:27 WIB
Jakarta - Kasat Reskrim Polrestro Jakarta Timur Kompol Dodi Rahmawan mengaku belum mengendus keberadaan Nur Hidayah atau Adun (4), balita yang dikabarkan diculik di depan rumahnya Jl Mawar Merah IV Gg 8 No 28, RT 2 RW 12, Kelurahan Malaka Jaya, Kecamatan Duren Sawit, Jakarta Timur. Polisi menduga Adun tidak diculik.

"Laporannya bukan penculikan tapi meninggalkan rumah," kata Dodi saat ditemui di Kampus UKI, Cawang, Jl DI Panjaitan, Senin (17/1/2011).

Dodi menjelaskan, pihaknya menaruh curiga kepada suami Dian Wulandari (34), Rizal Santoso (39), yang membawa Adun. Dodi mengatakan, Rizal saat ini masih dalam proses upaya hukum perceraian di tingkat banding.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Di pengadilan pertama memang sudah ketuk palu cerai, tapi suaminya mengajukan banding. Jadi belum cerai secara hukum," kata Dodi.

Meski demikian, imbuh Dodi, pihaknya tetap akan menelusuri jejak Rizal yang dicurigai keluarga Dian Wulandari sebagai penculik Adun.

"Kita tetap akan telusuri jejaknya, katanya dia pernah jadi tukang parkir, penjual koran," Ujar Dodi.

Disinggung mengenai kekhawatiran keluarga bila betul Adun dibawa kabur Rizal dan dipekerjakan paksa ayahnya, Dodi mengatakan pihaknya masih menyelidiki laporan tersebut.

"Kalau nanti benar dipekerjakan paksa maka orang tuanya itu akan dikenakan pasal undang-undang Perlindungan Anak," ujar Dodi.

Di tempat terpisah, Dian Wulandari membantah jika laporan yang diberikannya kepada pihak Polrestro Jakarta Timur bila Adun dilaporkan meninggalkan rumah.

"Sudah jelas kalau Adun itu dibawa orang, saya enggak laporan meninggalkan rumah," ujar Dian kepada wartawan di Polrestro Jakarta Timur, Senin (17/1/2011).

Dian menambahkan, sejak laporan kepada pihak kepolisian sejak Kamis, 30 Desember 2010, dirinya baru kali ini diperiksa pihak kepolisian.

"Baru sekarang diperiksanya, tadi ditanyain gimana proses cerai dengan suami sampai gimana hilangnya anak saya," kata Dian.

Dian mengkhawatirkan anak bungsunya tersebut dijadikan tebusan hutang oleh suaminya. "Dulu waktu saya mau jemput Retno, bos koran tempat kerja suami saya bilang kalau suami saya banyak hutangnya, saya khawatir anak saya (Adun) disuruh kerja buat bayar hutang dia," kata Dia.

Adun diketahui hilang diduga diculik sehari menjelang pergantian tahun, Kamis (30/12/2010) sekitar pukul 20.00 WIB. Saat itu Adun tengah bermain di depan rumah di Jl Mawar Merah IV Gg 8 No 28, RT 2 RW 12, Kelurahan Malaka Jaya, Kecamatan Duren Sawit, Jakarta Timur, bersama Zahra (9) dan Nazwa (5).

Kedua bocah perempuan tersebut mengaku melihat Adun diculik 2 pria yang mengenakan masker. Adun dibawa kabur dengan menggunakan motor Vespa yang melaju ke arah Pondok Kopi.

(ahy/lrn)


Berita Terkait