Serangan itu juga menyebabkan satu warga sipil terluka. Demikian seperti diberitakan media setempat seperti dilansir harian Press TV, Senin (17/1/2011).
Pihak NATO belum mengeluarkan pernyataan terkait serangan mematikan itu.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kematian warga sipil itu telah menjadi masalah sensitif antara NATO dan para pemimpin Afghanistan, yang bersikeras bahwa insiden-insiden tersebut telah mengikis dukungan publik bagi pemerintah Kabul yang didukung Barat.
Tidak kali ini saja korban sipil berjatuhan dalam serangan pasukan asing di Afghanistan. Pada September tahun lalu, serangan udara AS yang diminta oleh pasukan Jerman menewaskan puluhan orang di Kunduz, sedikitnya 30 orang dari mereka warga sipil. Serangan itu menyebabkan pengunduran diri menteri pertahanan Jerman.
(ita/nrl)











































