Pertemuan para tokoh lintas agama itu digelar di Maarif Institute, Jl Tebet Dalam Barat, Tebet, Jakarta Selatan, Senin (17/1/2011). Pertemuan dimulai sekitar pukul 17.00 WIB.
Beberapa tokoh lintas agama yang hadir antara lain Andreas A Yewangoe, Solahuddin Wahid, Romo Benny Susetyo, dan koordinator badan pekerja tokoh lintas agama Ray Rangkuti.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Saat ditanya apakah acara digelar untuk membahas permintaan beberapa tokoh untuk tidak memenuhi undangan SBY, Ray enggan mengungkapkannya. "Nanti, ikut acaranya dulu," kata Ray. Acara sore ini tidak dihadiri oleh Buya Syafii Maarif dan Din Syamsudin.
Sebelumnya, sejumlah tokoh pergerakan meminta forum lintas agama untuk menolak undangan tersebut.
"Pertemuan ini harus meminta mereka jangan mau bertemu SBY. Kalau mereka mau ketemu SBY hilang rasa hormat saya kepada mereka," ujar Permadi yang juga politikus Gerindra, dalam acara Pertemuan Meja Bundar 100 Tokoh Pergerakan '2011: Tahun Kebenaran'di Gedung Joang 1945, Jalan Menteng Raya, Jakarta, hari ini.
Polemik 'tokoh lintas agama dan tudingan pemerintah bohong' terpantik ketika pemerintah mengomentari editorial dua koran nasional edisi 12 Januari 2011.Β Koran Media Indonesia misalnya menulis tajuk berjudul "Kritik Keras Tokoh Agama" dan koran Kompas berjudul "Kritik atas Kebohongan Publik."
"Bahwa pemerintahan berbohong saya kira ini perlu diluruskan. Saya kira ini memuat pemerintah berbohong, pemerintah tidak pernah berbohong," ujar Menko Polhukam Djoko Suyanto.
(nik/nrl)










































