"Lagi dianalisis," kata Kapolri Jenderal Pol Timur Pradopo di Kantor Presiden, Jl Medan Merdeka Utara, Jakarta, Senin (17/1/2011).
Timur juga menepis isu kalau pengusutan kasus perusahaan itu guna menutupi keterlibatan pejabat Polri dalam kasus Gayus. Banyak pihak menilai penyelidikan atas perusahaan terkait Gayus itu terlambat, karena Gayus sudah menyanyi sejak 1 tahun lalu.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Diketahui Mabes Polri telah menyita 151 dokumen perusahaan wajib pajak yang ditangani Gayus Tambunan. Data itu masih diteliti apakah terdapat unsur tindak pidana korupsinya, termasuk meneliti 3 perusahaan grup Bakrie.
Polri mengajak mengajak BPKP dan konsultan pajak independen untuk menelaah dokumen itu. Selanjutnya akan dilihat apakah ada pengurusan wajib pajak yang disalahgunakan oleh Gayus.
"Langkah-langkah awal adalah saat ini lakukan penelitian dengan mengundang unsur luar antara lain BPKP, konsultan pajak independen untuk pelajari dokumen. Nanti akan dianalisis, dan dipilah-pilah mana pengadilan yang menang dan mana yang kalah. Nanti unsur dari penyidik Dirjen Pajak akan dilibatkan," papar Kabagpenum Mabes Polri Kombes Pol Boy Rafli Amar.
(ndr/fay)











































