Namun pelayanan yang diberikan oleh operator busway kian hari dirasa semakin menurun, salah satunya yakni hilangnya 3 S (senyum, sapa dan salam) para petugas saat melayani penumpang.
"Dulu ketika pertama kali diluncurkan 3 S itu seolah menjadi ikon pelayanan dari busway. Tapi sekarang, sudah punah barang kali ikon itu," ujar Ketua Komisi E DPRD DKI, Selamat Nurdin kepada wartawan di kantornya, Jl Kebon Sirih, Jakarta Pusat, Senin (17/1/2011).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Operator itu pola pikirnya seolah, naik busway syukur tidak ya tidak masalah. Pola pikir yang seperti harus diubah," terang pria yang akrab disapa Bang Didin ini.
Menurut Didin, manajemen bus TransJ seharusnya dikelola lebih profesional. Hal tersebut bisa dilakukan dengan mengubah Badan Layanan Umum (BLU) menjadi sebuah manajemen yang lebih baik seperti dijadikan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD).
"Jadi para petugas benar-benar profesional dalam menjalankan tugasnya. Dulu 3 S jadi slogan busway, tapi sekarang sering ditemui petugas malah marah-marah kepada penumpang," imbuhnya.
(her/lrn)











































