"Penyakit itu memang ranah pribadi betul. Saya juga setuju. Memang, Puskom Kemenkes juga tidak tahu. Yang tahu hanya sedikit Eselon I," ujar Menkes Endang ketika ditanya mengapa berita ini sampai beredar dan pejabat Kemenkes tidak semua tahu tentang penyakitnya.
Menkes Endang menjawab hal itu saat jumpa pers di kantornya Gedung Kemenkes, Jl HR Rasuna Said, Kuningan, Jakarta, Senin (17/1/2011).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Informasi sakitnya Endang sudah menjadi perbincangan terbatas sejak pekan lalu. Namun berita itu baru terkonfirmasi pada Minggu (16/1) petang.
Endang menceritakan kronologi bagaimana penyakit kanker paru-parunya terdeteksi. Sewaktu sebelum dilantik menjadi menteri, dirinya menjalani tahap pemeriksaan kesehatan, termasuk pemeriksaan rontgen dan melakukan treadmill pada Oktober 2009.
"Buat treadmill pun wanita seusia saya bagus. Dokter sampai bilang, 'Ibu atlet ya?'" papar Endang.
Hingga tanggal 22 Oktober 2010, dirinya menjalani cek kesehatan lagi. Hasil treadmill-nya bagus, namun hasil rontgen-nya menunjukkan kejanggalan.
"Lalu tanggal 22 Oktober 2010 kemarin pas 1 tahun (menjabat Menkes) pagi-pagi pemeriksaan, treadmill bagus. Tapi ada 1 dokter yang merasa kurang enak di hati dengan hasil rontgen. Saya tidak dikasih tahu waktu itu. Dokternya datang malam hari. Tidak ada gejalanya. Khasnya kanker ini memang tidak bergejala," papar Endang.
(nwk/nrl)










































