"Soal reshuffle itu semua tergantung Bapak Presiden. Orang-orang di usia saya, pasti punya penyakit. Yang darah tinggi lah, kolesterol, yang penting itu bukan sakit jiwanya. Panglima Besar Jenderal Sudirman saja, beliau cuma punya satu paru dan TBC," jelas Menkes Endang.
Hal itu disampaikan Endang dalam jumpa pers di kantornya, Jl HR Rasuna Said, Kuningan, Jakarta, Senin (17/1/2011). "Dan Bapak Presiden tidak pernah (mereshuffle) atas alasan ini. Tetapi, melalui kinerja atau performance," imbuh menteri berambut pendek ini.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Saat jumpa pers, doktor dari Harvard School of Public Health, AS, ini mengenakan baju dinas safari coklat lengan panjang dan rok senada. Dia tampak sehat dengan rambut khasnya yang pendek. Dia mengumbar tawa dan senyum.
Gejala Menkes Endang Rahayu Sedyaningsih terkena kanker paru-paru baru diketahui setelah Endang setahun menjabat Menkes. Ketika check up kesehatan calon menteri pada Oktober 2009, gejala penyakit ini belum terlihat.
"Dulu (check up calon menteri) tidak diketahui. Baru tahu akhir-akhir ini karena tidak ada gejala apa-apa sebelumnya," kata Staf Khusus Menkes Bidang Politik dan Kebijakan Kesehatan, Bambang Sulistomo, kepada detikcom, Minggu (16/1/2011) petang.
Sakit yang diderita Endang diketahui setelah check up klinis sekitar Oktober 2010. Menurut Bambang, selama ini tidak ada gejala apa pun yang muncul. Karena itu ketika Endang dinyatakan terkena kanker paru, kabar itu sangat mengagetkan. Saat memimpin rapat atau pun melakukan kunjungan kerja, Endang tampak sehat.
(nwk/asy)











































