"Itu sangat bahaya, untung tidak kena tangkinya, kalau kena mungkin bisa seperti yang di film-film. Bus bisa saja meledak," ujar Kepala Dinas Perhubungan DKI, Udar Pristono kepada wartawan di Balaikota DKI, Jl Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Senin (17/1/2011).
Menurutnya, tindakan yang dilakukan Nico tersebut harus diganjar dengan hukuman yang sesuai karena bisa membahayakan nyawa orang lain. Pria yang akrab di sapa Pris ini juga menilai Nico tidak waras atas tindakannya penembak bus TransJ.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut Pris, kejadian bermula saat kendaraan yang dikemudikan Nico masuk ke jalur khusus bus berbahan bakar gas di sekitar Pluit. Nico sang pengemudi sempat keluar dari mobilnya dan memarahi pengemudi bus.
"Dibilang sama sopir bus TransJ, 'Anda yang salah karena masuk jalur Busway'," ujar Pristono menirukan sopir bus TransJ.
Tidak terima dengan ucapan si sopir, Nico kemudian mengeluarkan pistolnya dan menembakkan ke udara beberapa kali. Tidak hanya sampai di situ, Nico juga menembak badan bus besar itu.
"Sopir tahu busnya ditembak tapi tidak tahu kena bagian mana, baru ketahuan saat mengisi BBG di Kampung Rambutan. Bagian samping bus, dekat tangki yang kena tembakan," terang Pris.
Meski hanya mengakibatkan kerusakan kecil di bagian badan bus, namun tindakan Nico tersebut sangat berbahaya. "Untung hanya kena samping tangki, kalau pas tangkinya? Bisa bahaya itu," imbuhnya.
Seperti diketahui, Nico menembakkan timah panas 5 kali ke udara. Salah satunya diarahkan ke bus TransJ, Sabtu (15/1/2011) malam. Beberapa jam setelah itu, Nico ditangkap polisi di rumahnya di perumahan Pantai Indah Kapuk, Jakarta Utara. Dari tangan tersangka, juga didapati senjata api dan 1.600 butir ekstasi. Nico saat ini meringkuk di Polres Jakarta Utara.
(her/lrn)











































