"Sebaiknya fokus pada substansi yang diangkat kalangan pemuka agama itu. Dari pada mempertentangkan kata bohong, lebih baik fokus memberikan solusi mengatasi soal hukum, HAM, keamanan, ekonomi, pendidikan, sembako, TKI, dan lainnya," ujar Lukman kepada wartawan di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Senin (17/1/2011).
Hal ini disampaikan Lukman merespon pertemuan SBY dengan tokoh agama malam ini. Sebelumnya banyak pihak berharap setelah pertemuan ini SBY mengingat kembali janji kampanyenya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Saya meyakini kritik keras tokoh agama itu tak berlandaskan kebencian, tapi lebih karena cintanya kepada negara dan bangsa ini. Kritik keras itu masih disertai harapan kepada Pemerintah. Harapan itu sesungguhnya adalah doa. Doa itu hakekatnya adalah wujud cinta. Karena cintalah harapan tokoh agama itu dilekatkan dan doa itu dipanjatkan," ujarnya.
Lukman lalu berharap kedua pihak memberikan masukan untuk menyukseskan pemerintahan dan menyejahterakan rakyat. Ia berharap pertemuan tersebut tidak hanya sebagai forum klarifikasi tanpa hasil konkret.
"Jangan sampai terjebak mempersoalkan hal-hal teknis, dan malah melupakan yang mendasar yang justru harus kita atasi bersama. Karenanya kita ngapresiasi langkah proaktif Pemerintah yang nanti malam mengundang tokoh-tokoh agama itu duduk bersama pecahkan persoalan bangsa," tandasnya.
(van/lrn)










































