Saat ditanya hal ini, Nusron Wahid menegaskan, tidak akan menyeret Ansorย untuk dukung mendukung pada calon tertentu pada pilpres mendatang. "Ya kita pikirkan nanti lah, kan masih jauh. Tapi saya kembalikan ke individu masing-masingg. Ansor tidak mengurus politik, hanya individu," ujar Nusron Wahid kepada wartawan usai kongres di Asrama Haji Sukolilo Surabaya, Senin (17/1/2011).
Ia menegaskan, sesuai khittah, Ansor tidak boleh berpolitik. Tapi kader Ansor yang berpolitik secara individu, harus menanggalkan baju Ansor-nya. "Kita tidak mungkin mencegah kader berpolitik. Karena untuk menjadi pimpinan nasional ya harus berpolitik. Tapi kalau masuk DPR harus mencopot baju Ansor dan ganti baju politik. Kader Ansor itu adalah kader pengabdian dan perjuangan," tegasnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Terkait hubungan dengan PBNU, Nusron berjanji bahwa disharmoni yang selama ini terjadi antara Ansor dan PBNU tidak akan terjadi lagi. Ia akan mensinergikan organisasi di NU seperti Ansor, Muslimat atau badan-badan otonom NU lainnya.
"Ah saya pikir ndak juga. Itu kan ungkapan orang. Buat apa kita tanggapi. Kita punya organisasi. Jangan benturkan Ansor dengan PBNU. Tugas kita memanifestasikan sinergi antar komponen NU. Saya goblok kalau tidak melayani NU," jelasnya.
Anggota DPR RI dari Golkar ini juga setuju dengan periodisasi ketum GP Ansor selama 1 periode. "Alhamdulillah. Kalau sekali periode kerja makin pendek dan makin ringan," terang dia.
Sementara itu, mantan Ketum GP Ansor Saifullah Yusuf di hadapan peserta kongres menyatakan dukungannya kepada Nusron sebagai kader terbaik. "Nusron sudah tidak perlu diragukan lagi, karena sudah berpengalaman. Ibarat sopir, dia sudah tahu mana jalan yang benar dan mana jalan yang tepat. Saya ucapkan selamat," tutur pria yang biasa disapa Gus Ipul.
(roi/asy)










































