Penggusuran PKL di Samarinda Bentrok, Mahasiswa & Aparat Luka

Penggusuran PKL di Samarinda Bentrok, Mahasiswa & Aparat Luka

- detikNews
Senin, 17 Jan 2011 12:01 WIB
Penggusuran PKL di Samarinda Bentrok, Mahasiswa & Aparat Luka
Samarinda - Penggusuran kios Pedagang Kaki Lima (PKL) di kawasan Pasar Pagi dan tepian Sungai Mahakam, di Jl Gadjah Mada, Samarinda, Kalimantan Timur, berujung bentrok. Mahasiswa yang membela pedagang, adu jotos dengan Satpol Pamong Praja (PP) dan polisi. Akibatnya kedua pihak mengalami luka-luka.

Pengamatan detikcom, aksi penggusuran dimulai pukul 09.00 WITA di kawasan Pasar Pagi. Kedatangan ratusan personel gabungan dihadang ratusan PKL yang berupaya menolak penggusuran. Meski sempat diwarnai kericuhan, petugas tetap melakukan pembongkaran dan penggusuran petak dan kios.

"Kami sebelumnya sudah berulangkali meminta Bapak untuk membongkar sendiri," kata Kepala Satpol PP Kota Samarinda, Ahmad Rijani kepada PKL di kawasan Pasar Pagi, Jl Gadjah Mada, Samarinda, Senin (17/01/2011).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Tuntas melakukan pembongkaran dan penggusuran, sekitar pukul 10.30 WITA, ratusan petugas bergerak bergeser ke kawasan terminal angkutan kota jurusan Samarinda Kota-Palaran. Di tempat itu, ratusan mahasiswa dan PKL juga menghadang kedatangan petugas dengan memakai balok dan bambu runcing.

Sempat terjadi negosiasi antara mahasiswa, PKL dan petugas. Namun di sela negosiasi, sebagian petugas Satpol PP melakukan pembongkaran.

"Jangan dibongkar dulu Pak. Biar saja kami membongkarnya," teriak seorang PKL wanita berusia paruh baya kepada petugas.

Masih di lokasi terminal, petugas berhasil mendorong mundur mahasiswa beberapa meter. Namun belakangan kedua kubu mahasiswa plus PKL dan aparat, terlibat kericuhan. Saling dorong berujung bentrok fisik dan baku hantam pun tak terhindarkan. Bak! Buk! Mahasiswa berlarian kocar kacir ke jalanan menghindari amukan aparat Satpol PP yang beringas.

"Sini kamu! Mau apa kamu!" bentak seorang petugas Satpol PP kepada mahasiswa.

Di depan terminal, 5 mahasiswa yang babak belur dikeroyok petugas Satpol PP, diamankan kepolisian lantaran diduga sebagai provokator. Tidak hanya mahasiswa yang terluka, petugas Satpol PP, Agus Riandi, juga mengalami luka-luka. Tidak terima dengan ulah mahasiswa, Agus mendatangi kelima mahasiswa yang sudah diamankan kepolisian.

"Ayo sini kamu! Kamu kira saya tidak berani!" tantang Agus Riandi kepada mahasiswa.

Masih di kawasan terminal, mahasiswa yang tinggal berjumlah puluhan, masih terlibat kericuhan dengan Satpol PP. Aksi saling kejar hingga 300 meter mengarah ke Kantor Pos Indonesia di Jl Gadjah Mada serta Kantor Plaza Telkom di Jl Awang Long, tidak terhindarkan. Beruntung aksi bentrokan tidak berlanjut lantaran mahasiswa berhasil meninggalkan petugas.

Akibat dari aksi itu, petugas mengamankan bambu runcing dan balok yang digunakan kedua kubu dalam aksi penggusuran dan penolakan PKL. Kelima mahasiswa yang diamankan, digelandang ke Mapolresta Samarinda untuk proses hukum lebih lanjut.

(fay/nrl)


Berita Terkait