Sekretaris Universitas UKI, Bintang Simbolon, menceritakan, ancaman bom tersebut dikirim melalui pesan singkat yang diterima di handphone milik Pembantu Rektor I UKI pada Minggu 16 Januari pukul 21.30 WIB.
"Isinya, intinya ada mahasiswa yang sakit hati karena 2 kali sidang skripsi tetapi tidak lulus. Dia mengancam akan meledakkan kampus," kata Bintang saat ditemui di UKI, Jalan DI Panjaitan, Cawang, Jakarta Timur, Senin (17/1/2011).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kita tidak ingin mahasiswa panik mau ke kampus. Makanya ketika pukul 10.00 WIB tadi baru diberitahukan kepada mahasiswa," ujarnya.
Setelah dilakukan pengecekan, menurut dia, tidak ada mahasiswa yang tidak lulus sidang skripsi.
"Kita cek ke seluruh fakultas, itu tidak ada. Nggak benar itu kalau ada sidang 2 kali tidak lulus. Nomornya saya tidak tahu dari mana," kata Bintang.
Akibat ancaman bom ini ujian yang digelar di beberapa fakultas terpaksa diundur. "Misalnya di Fakultas Ekonomi, ujian asalnya pukul 09.00 WIB dan pukul 10.00 WIB diundur menjadi pukul 13.00 WIB," kata Bintang.
Pengamatan detikcom, 3 unit mobil pemadam kebakaran sudah meninggalkan lokasi. 1 Ekor anjing pelacak masih menyisir gedung kedokteran. Sedangkan 1 anjing pelacak lainnya telah dikandangkan. Gedung FISIP yang semula disterilisasi untuk penyisiran sudah dibuka lagi. Mahasiswa sudah memasuki ruang kelas.
(aan/nrl)











































