"Kini kami meningkatkan keamanan di jalur-jalur rawan. Juga memberikan briefing kepada juru mudi untuk terus waspada di titik-titik rawan itu," kata Asisten Manajer Pengendalian Busway, Bano Yogaswara, saat dihubungi detikcom, Senin (17/1/2011).
Meski tidak menimbulkan kerusakan berarti, namun aksi tersebut membuat pengelola Bus TransJ harus ekstrawaspada. Selain ditembak, ancaman pada bus TransJ adalah pelemparan batu oleh orang tak dikenal beberapa hari lalu. "Kami harus waspada," katanya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Seperti diketahui, Nico menembakkan timah panas 5 kali ke udara. Salah satunya diarahkan ke bus TransJ, Sabtu (15/1/2011) malam. Beberapa jam setelah itu, Nico ditangkap polisi di rumahnya di perumahan Pantai Indah Kapuk, Jakarta Utara. Dari tangan tersangka, juga didapati senjata api dan 1.600 butir ekstasi. Nico saat ini meringkuk di Polres Jakarta Utara.
"Kami minta polisi memberikan hukuman yang seberat-beratnya sesuai prosedur hukum yang ada," pinta Bano.
(asp/nrl)










































