"Jumlah nilai kerusakan adalah Rp 1,138 triliun (27%), sedangkan jumlah nilai kerugian adalah Rp 3,089 triliun (73%)," kata Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB, Sutopo Purwo Nugroho, dalam press release yang diterima detikcom, Minggu, (16/1/2011) malam.
Adapun untuk kajian penilaian kebutuhan pasca bencana dan rencana aksi rehabilitasi dan rekonstruksi sedang dalam proses penyelesaian. "Diharapkan awal Februari dapat dituntaskan," ujar Sutopo.
Nilai kerusakan paling besar dialami oleh sektor perumahan yang mencapai 39% dari total nilai kerusakan. Disusul oleh kerusakan sektor sumber daya air dan irigasi yang mencapai 13% dari total nilai kerusakan. Kerugian terbesar dialami sektor pertanian dengan nilai kerugian mencapai Rp 1,326 triliun atau 43% dari total nilai kerugian.
Disusul oleh kerugian sektor industri dan UMKM sebesar Rp 382 miliar atau 12,4% dari nilai kerugian. Secara keseluruhan sektor pertanian budidaya dan tanaman pangan tetap menjadi sektor yang paling terkena dampak dengan nilai total dampak Rp 1,326 triliun yang merupakan 31,4% dari nilai total kerusakan dan kerugian.
"Sektor Perumahan senilai Rp 512,6 miliar yang merupakan 13% dari nilai kerusakan dan kerugian serta sektor industri dan UMKM dengan nilai total dampak sebesar 415,4 miliar atau 11% dari total," jelas Sutopo.
(asp/anw)











































