Kaderisasi di Tubuh GP Ansor Kebutuhan Mutlak

Kaderisasi di Tubuh GP Ansor Kebutuhan Mutlak

- detikNews
Minggu, 16 Jan 2011 16:04 WIB
Surabaya - Harapan besar dibebankan oleh sejumlah kalangan di lingkungan Gerakan Pemuda (GP) Ansor, terutama kepada ketua yang nantinya terpilih dalam Kongres ke-XIV organisasi tersebut di Surabaya. Salah satunya, sang ketua harus bisa menjaga keberlangsungan kaderisasi.

Harapan tersebut salah satunya disampaikan, mantan Ketua GP Ansor Chalid Mawardi. Menurutnya, kaderisasi saat ini merupakan kebutuhan mutlak bagi GP Ansor. Ini setelah kader dianggap sebagai ruh, apabila organisasi diibaratkan sebuah jasad.

"Ini sekaligus juga untuk membedakan, apakah Ansor ini sudah mati apa masih hidup. Yang namanya organisasi hidup, ya sudah pastinya harus ada proses rekrutmen kader baru dan pelatihannya," tegas Chalid saat berbincang dengan detikcom, Minggu (16/1/2011).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Chalid yang tercatat pernah menjadi Duta Besar RI di Suriah dan Lebanon menambahkan, keberadaan kader di tubuh Ansor juga dimaksudkan menjaga terpenuhinya kebutuhan organisasi ke luar dan ke dalam. Untuk kebutuhan di dalam terkait pengelolaan organisasi, sementara ke luar adalah proses pendistribusian kader dalam melaksanakan tugas organisasi membantu membesarkan bangsa dan negara.

Untuk bisa mendapatkan kader yang berkualitas, baik untuk kebutuhan ke dalam dan ke luar, Chalid juga mengatakan, ketua dan pengurus dalam mendatang dituntut bisa melaksanakan pelatihan yang tidak sekedar formalitas. Dia mencontohkan, pelatihan oleh kepengurusan mendatang hendaknya tidak bersifat seremonial, seperti Latihan Kader Dasar (LKD), Latihan Kader Menengah (LKM) dan Latihan Kader Lanjutan (LKL).

"Seperti saya katakan, fungsi organisasi ke depan juga harus bisa juga dirasakan secara langsung oleh masyarakat. Oleh karena itu, bisa juga pelatihan mendatang dilakukan di berbagai bidang, seperti kewirausahaan, kebencanaan dan teknologi terapan," ujar Chalid.

Ungkapan mantan Ketua GP Ansor itu mendapat tanggapan dari Fuad Latief, juru bicara tim pemenangan Choirul Sholeh Rasyid, salah satu kandidat Ketua GP Ansor. Menurut dia, calon yang diusungnya saat ini sanggup mengapresiasi ekspektasi besar tersebut. Langkah konkret awal yang sudah dilakukan Choirul Sholeh Rasyid adalah dengan menerbitkan buku "Doktrin Ansor, Sebuah Refleksi Jati Diri GP Ansor Sebagai Organisasi Kader" yang bisa didapatkan secara gratis di arena kongres dan dijual bebas di sejumlah toko buku.

"Ini langkah awal sebagai bukti keseriusan Pak Choirul. Buku ini secara tak langsung menyadarkan kembali kader-kader Ansor dalam mengemban amanat organisasi, sesuai dengan ekspektasi masyarakat dan bangsa," ungkap Fuad tegas.

Masih kata Fuad, Choirul Sholeh Rasyid dianggap juga akan bisa menjalankan ekspektasi besar tersebut dengan baik. Ini setelah sejumlah sang calon dianggap sangat berpengalaman dalam kepengurusan Ansor. "Bapak sudah 20 tahun lebih mengabdikan diri di Ansor, dengan jabatan Sekjend, Wakil Ketua dan Ketua pernah dienyam. Saya sangat optimis Bapak akan terpilih dan sanggup menjalankan tugas itu," pungkasnya.

Seperti diinformasikan, dalam Kongres GP Anshor ke-XIV di Asrama Haji Sukolilo, Surabaya, sebanyak 7 kandidat bersaing memperebutkan kursi ketua umum. Dari 7 orang tersebut 6 di antaranya memiliki latar belakang politik, yaitu Chotibul Umam Wiranu (Partai Demokrat), Nusron Wahid ( PartaiGolkar), A.Malik Haramaian dan Marwan Ja'far (PKB), Saifulloh Tamliha (PPP), serta Sekretaris DPW Ansor Jawa Timur yang juga anggota DPRD Surabaya, Masduki Toha.

Hingga saat ini hanya ada 1 kandidat yang tidak berangkat dari partai politik, yaitu Choirul Sholeh Rasyid. Lelaki asli Jawa Timur ini merupakan kader murni GP Ansor dan saat ini menjabat sebagai salah satu ketua dalam kepengurusan lama. (bdh/nwk)


Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads