"Mudah-mudahan tahun 2015 sudah take off," kata Rektor Institut Teknologi Bandung (ITB), Profesor Akhmaloka kepada detikcom, Minggu (16/1/2011).
Akhmaloka adalah orang pertama yang diberitahu Presiden SBY tentang gagasan The Greater Jakarta itu. SBY mengungkapan idenya tersebut ketika keduanya bertemu dan berbincang-bincang di Istana Negara, 11 Januari 2011 lalu.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Apakah ITB digandeng dalam megaproyek tersebut, Akhmaloka mengatakan belum. Namun, ITB siap memberikan dukungan untuk terlaksananya gagasan The Greater Jakarta itu. ITB mempunyai banyak ahli-ahli yang berkecimpung dalam perancangan infrastruktur kota dan lain-lain.
"Ada beberapa orang yang mengkaji. Tentu kita lebih fokuskan supaya tidak terlalu ke mana-mana. Dan mudah-mudahan bisa bisa memberikan share kita berbentuk teknologi untuk kita semua," ungkap rektor ITB periode 2010-2014 ini.
Presiden, kata Ahkmaloka, tidak mengungkapkan pandangan kapan The Greater Jakarta ini akan bisa tercapai. Namun, gagasan SBY itu hanya bisa berjalan kalau didukung oleh seluruh pihak.
"Ini akan sangat tergantung dari kita sebetulnya. Kalau kita ingin wujudkan itu, bersama-sma fokus untuk itu, mudah-mudahan bisa cepat dan Indonesia semakin dihargai dan dipertimbangakan dala percaturan dunia," tutupnya.
Sementara itu, Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta Triwisaksana pada Jumat 14 Januari, mendesak pemerintah pusat dalam hal ini Presiden SBY, untuk memperjelas konsep The Greater Jakarta dan tidak berhenti pada wacana. Konsep itu juga harus dikomunikasikan dengan pemerintah daerah DKI Jakarta, Banten dan Jabar karena The Greater Jakarta termasuk Purwakarta, Sukabumi dan sekitarnya.
(irw/nwk)











































