Dubes RI Harus 'Menguasai' Belanda

Laporan dari Den Haag

Dubes RI Harus 'Menguasai' Belanda

- detikNews
Minggu, 16 Jan 2011 14:09 WIB
Dubes RI Harus Menguasai Belanda
Den Haag - Hubungan Indonesia-Belanda selalu tidak mudah. Diperlukan orang-orang yang tepat, agar hubungan yang sudah sangat baik bisa terus dipelihara.

Hal itu disampaikan anggota Parlemen Uni Eropa, Ketua Delegasi Partai VVD Hans van Baalen pada jamuan perpisahan oleh Sekjen Kementerian Luarnegeri Belanda Ed Kronenburg untuk Dubes RI J.E. Habibie di De Franse Stap Culinair, Lange Voorhout 23, Den Haag, Jumat (14/1/2011).

Dalam perbincangan penuh keakraban di sela-sela jamuan sempat disampaikan keingintahuan kepada Dubes J.E Habibie siapa Dubes baru penggantinya, namun Habibie menjawab diplomatis bahwa belum ada nama yang ditetapkan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Hans van Baalen, yang secara khusus datang dari Brussel, mantan Menlu Bernard Rudolf (Ben) Bot dan para prominen lainnya mengungkapkan harapan pribadi agar Dubes baru betul-betul 'menguasai' Belanda.

Menurut Van Baalen, hubungan Indonesia-Belanda selalu tidak mudah. Ada semacam kerikil dalam sepatu. Berkat figur-figur seperti Ben Bot dan Habibie hubungan itu bisa mulus. Kerikil bisa dikeluarkan dari sepatu dan kedua pihak bisa berjalan beriringan sejajar menatap masa depan.

"Ben Bot memahami kultur bangsa Indonesia. Sebaliknya Habibie juga menguasai kultur dan bahasa Belanda, punya kontak luas di Negeri Belanda. Karena itu akan sangat menunjang jika Dubes baru nanti menguasai dengan baik tentang Belanda. Tak harus setara anda, Fanny," ujar Van Baalen, yang selama perbincangan selalu menyapa Dubes Habibie dengan 'Fanny', sebaliknya Habibie menyapa Van Baalen dengan 'Hans'. 

Ben Bot menimpali bahwa diperlukan orang-orang yang tepat, yang menguasai dan memahami kultur kedua belah pihak. "Agar hubungan yang sudah sangat baik tetap bisa dipelihara dan tidak mengalami kemunduran," ujar Bot, yang lahir di Batavia (kini Jakarta), 21/11/1937.

Bot adalah menteri kabinet Belanda yang pertama kali dalam sejarah melakukan terobosan politik dengan menyatakan bahwa Belanda secara moral mengakui Indonesia merdeka pada 17 Agustus 1945. Pidato Bot di parlemen (15/8/2005) itu ditindaklanjuti dengan menghadiri upacara kenegaraan peringatan HUT RI di Istana Negara, Jakarta, dua hari kemudian.

Menanggapi para prominen itu Habibie menyampaikan dengan merendah bahwa meskipun dia dipuji-puji atas prestasinya, namun dia tetap merasa amatir untuk pos di Den Haag yang berat dan tidak mudah.

"Karena itu saya telah merekomendasikan ke Jakarta agar Dubes pengganti saya harus diplomat karir dan betul-betul menguasai tentang Belanda. Sebab kalau tidak, maka akan terlalu riskan," demikian Habibie. (es/es)


Berita Terkait