Kronenburg menyampaikan hal itu dalam sambutan afscheidslunch (jamuan makan siang untuk perpisahan, red) Dubes RI J.E. Habibie di De Franse Stap Culinair, Lange Voorhout 23, Den Haag, Jumat (14/1/2011).
Untuk jamuan perpisahan tersebut Sekjen Kemlu Belanda selaku tuan rumah hanya mengundang 14 orang dari kalangan terbatas, antara lain mantan Menlu Ben Bot, anggota parlemen Uni Eropa Hans van Baalen (VVD), pegiat sosial kemanusiaan Jacques Zeno Brijl dan Muljo Wijono, para pejabat Kemlu Belanda, Walikota kota pelabuhan Rotterdam A. Aboutaleb dan detikcom.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Hubungan istimewa itu ditekankan kembali oleh Kronenburg dengan menyampaikan harapan kunjungan kenegaraan presiden RI Yudhoyono ke Belanda bisa terwujud suatu saat. Menurut Kronenburg, kunjungan kenegaraan itu akan memantapkan comprehensive partnership (kemitraan komprehensif) antara dua negara.
"Kunjungan itu seharusnya juga menjadi puncak tugas Pak Habibie sebagai Duta Besar. Sayang sekali belum memungkinkan," ujar Kronenburg.
Lanjut Kronenburg, hasrat Belanda-Indonesia untuk menandatangani perjanjian Kemitraan Komprehensif menunjukkan dengan sangat jelas ambisi kedua negara untuk bersama menatap masa depan, serta memperkuat dan memperdalam kerjasama sebagai mitra yang sejajar.
Habibie pada kesempatan itu menegaskan bahwa penundaan kunjungan kenegaraan presiden RI Yudhoyono tidak mempengaruhi hubungan baik bilateral kedua negara.
"Hubungan RI-Belanda tetap mulus dan tidak akan tergoyahkan," tandas Habibie.
(es/es)











































