"Kalau Pak SBY menyusun kabinet pasti sangat arif dan bijaksana agar pembangunan bekerja. Waktu itu beliau pernah mengajak masuk PDIP supaya menjadi penyeimbang, saya kira sekarang juga pasti mengajak," ujar Ruhut kepada detikcom, Minggu (16/1/2011).
Menurut Ruhut, peluang masuknya PDIP masuk ke kabinet semakin terbuka. Apalagi komunikasi PD dengan PDIP semakin kental.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut Ruhut, kalau PDIP tidak ingin pengurus DPP diambil menjadi menteri, maka bisa saja kader PDIP yang profesional yang akan diambil. Yang terpenting ada semangat kebersamaan antara PD dengan PDIP.
"Komunikasi Pak SBY dengan Pak Taufiq Kiemas sangat baik. Kalau kader kan Ibu Mega tidak melarang. Siapa-siapa yang sudah disebutkan Pak Taufiq mungkin bisa dipertimbangkan," paparnya.
Sebelumnya, politisi senior PDIP Taufiq Kiemas menegaskan bahwa Ketua DPP PDIP yang juga puterinya, Puan Maharani, tidak akan diijinkan menjadi menteri KIB II. Semua jajaran pengurus DPP PDIP juga tidak boleh masuk kabinet pemerintahan SBY. Namun demikian ia mempersilakan jika Presiden SBY mengambil menteri dari kader PDIP dari kalangan profesional non pengurus DPP menjadi menteri.
(van/ndr)











































