Polda Maluku membeberkan kronologis lengkap bentrokan yang terjadi Jumat (14/1) kemarin.
Bentrokan bermula saat seorang warga bernama Alibaba Rahayan Key meninggal dunia karena kecelakaan lalu-lintas. Alibaba yang saat itu diketahui dalam keadaan mabuk dan mengendarai motornya dengan kecepatan tinggi tanpa menggunakan helm. Alhasil, Alibaba pun menabrak tiang besi di jalanan raya dan tersungkur jatuh dari motornya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Di RSUD Dobo, Alibaba diberi tindakan medis dan sempat dirawat satu hari. Karena lukanya yang parah akhirnya korban meninggal dunia.
"Mungkin karena gegar otak karena dia nggak pakai helm," jelasnya.
Rupanya, informasi mengenai penyebab meninggalnya Alibaba yang diterima warga berbeda dengan fakta yang ada. Di telinga masyarakat, kematian Alibaba disebabkan penganiayaan yang dilakukan oknum polisi lalu lintas Polres Aru saat digelandang petugas ke kantor polisi usai jatuh dari motornya.
"Jadi ada isu berkembang kalau polisi yang membunuh dia (Alibaba). Padahal pertama, itu kan keluarga korban sudah mendengar diskusi dengan Kapolres (Kepulauan Aru), kalau itu (penyebab meninggalnya Alibaba) namanya kecelakaan tunggal," ujar Huwae.
Isu provokatif itu sendiri, menurut Huwae, cepat merebak di tengah-tengah masyarakat. Masyarakat pun berdemo yang berakhir dengan aksi rusuh melempari petugas dengan batu dan kayu. Bahkan, lanjut Huwae, beberapa masyarakat pun membakar dua kantor polisi dan menembaki polisi dengan senjata api rakitan.
"Mereka melempar, terus ada tembakan. Ada tembakan dari masyarakat. Itu laporan intelijen dari Polres Aru," jelasnya.
Merasa terancam, polisi yang mengamankan jalannya demo warga pun mengeluarkan tembakan peringatan ke atas kepala sesuai prosedur tetap yang berlaku. Dalam suasana yang kacau balau, tiga hingga empat warga pun menjadi korban.
"Satu polisi bernama Briptu Jony Maimito pun tertembak," paparnya.
Menurut Huwae, kelimanya, termasuk Jony, hanya mengalami luka tembak di kaki. Jony sendiri, lanjut Huwae, mengalami luka tembak di betisnya. Kelimanya lalu dibawa ke rumah sakit untuk diberikan perawatan.
Saat ini, kata Huwae, ketegangan yang terhampar antara warga dengan polisi pun sudah teratasi. Situasi sudah kondusif, dan polisi, kata Huwae, akan menyelidiki tuntas insiden bentrokan tersebut, termasuk menyelidiki apakah ada pelanggaran dari anggota dalam melaksanakan prosedur tetap menembak.
"Belum ada indikasi pelanggaran protap. Tapi kok tiba-tiba ada polisi juga kena tembakan, ini bahwa ada indikasi berdasar laporan intelejen bahwa masyarakat yang menggunakan senpi rakitan," pungkasnya.
(mpr/van)











































