Acara digelar di Balai Sudjatmoko di Jalan Slamet Riyadi, Solo, pada tanggal 14 hinggaย 21 Januari 2011 mendatang. Pameran yang diikuti oleh 15 pewarta foto tersebut menampilkan 45 foto yang mereka abadikan selama meliput erupsi Merapi.
Berbagai suasana terekam dalam pameran tersebut. Dari foto-foto awal peningkatan aktivitas Merapi, terjadinya erupsi, evakuasi korban, suasana pasca-letusan, hutan dan perkampungan lereng Merapi yang porak-poranda akibat awan panas, lahar panas maupun lahar dingin.
"Hingga saat ini sudah lebih dari 10 buah foto yang dipamerkan dibeli pengunjung. Setiap foto yang terjual rata-rata seharga Rp 2 juta. Seluruh hasil penjualan akan kami sumbangkan untuk korban Merapi," ujar Ketua PFI Solo, Burhan Aris Nugroho, Sabtu (15/1/2011) malam.
Lebih lanjut Burhan mengatakan, selain untuk tujuan amal, pameran digelar untuk memberi kesempatan kepada publik melihat lebih dekat peristiwa alam erupsi Merapi yang berhasil direkam para jurnalis dari berbagai media dan dari berbagai sudut pandang.
"Sebab selama erupsi terjadi, warga umum dilarang mendekat untuk melihat langsung atas dasar pertimbangan keamanan keselamatan. Hanya relawan dan jurnalis yang boleh mendekat. Karena itulah kami merasa berkewajiban mengabarkan rekaman kejadian yang kami lakukan," lanjut Burhan.
(van/van)











































