Kandidat Saling Klaim Dukungan Suara Peserta dan Restu Kyai

Kongres GP Ansor

Kandidat Saling Klaim Dukungan Suara Peserta dan Restu Kyai

- detikNews
Sabtu, 15 Jan 2011 21:15 WIB
 Kandidat Saling Klaim Dukungan Suara Peserta dan Restu Kyai
Jakarta - Sehari menjelang pemilihan ketua umum Gerakan Pemuda (GP) Ansor pada Kongres ke XIV Ansor, antar kandidat saling mengklaim mendapatkan dukungan terbanyak dari peserta kongres maupun restu dari para kyai.

Contohnya, kandidat Khotibul Umam Wiranu politisi muda dari Partai Demokrat, Syaifullah Tamliha anggota DPR RI dari PPP dan Maskud Chandranegara yang saat ini menjabat sebagai Wakil Sekjen Pengurus Pusat GP Ansor.

"Potensi dukungan saya sekitar 240 suara. Yang kita hitung fix sebanyak 180 sampai 190 suara atau hampir 35 persen," kata Chotibul Umam Wiranu, Sabtu (15/1/2011).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Suara-suara yang diklaim Chotibul, sebagian berasal dari daerah Jawa Barat, Jawa Timur, Banten, DKI dan beberapa daerah lainnya. "Yang pasti suara dari Sumatera Utara dan Jawa Tengah," jelas pria kelahiran Jateng ini.

Klaim suara juga dikatakan kandidat lainnya, Syaifullah Tamliha (ST). Anggota DPR RI dari PPP ini mengaku yakin mendapatkan suara minimal 99 suara untuk maju menjadi calon ketum GP Ansor.

"Kalau syarat 99 suara, saya bisa maju," kata ST.

Mantan Ketua PW GP Ansor Kalimantan Timur periode 1991-1996 mengaku mendapatkan dukungan dari Jatim sekitar 7 atau 8 suara. Yogyakarta 3 suara, Jabar dari 27 suara yang konkrit mendukungnya sebanyak 24 suara, DKI Jakarta 7 suara. Serta beberapa daerah lainnya. Sedangkan suara cabang dan wilayah di Pulau Kalimantan mendukungnya.

"Kalimantan nggak mungkin nggak mendukung saya. Ada 60 cabang. Pokoknya dari Sabang sampai Merauke," tuturnya.

Klaim dukungan juga disampaikan Maskud Chandranegara. Ia mengaku sudah berinventasi untuk meraih dukungan dari pengurus cabang dan wilayah hampir di seluruh daerah yang dipupuknya sejak 19 tahun selama menjadi pengurus Ansor tingkat daerah Lampung hingga Pengurus Pusat.

"Saya ini modal nekat. Saya investasi sosial sejak saya mengabdi di Ansor selama 19 tahun. Kader-kader yang yang sudah saya kenal dan mendukung saya sebanyak 118 cabang," ujar Wakil Sekjen PP GP Ansor.

Mantan Sekretaris PW Ansor Lampung ini mengaku hanya mendapatkan dukungan dari cabang-cabang seperti di Sumatera Barat, Utara, Riau, Lampung, Bangkabelitung, Kepri, Kalimantan Timur, Kalimantan Barat, daerah lainnya.

"Meski banyak teman-teman saya di wilayah, kemungkinan dukungan dari wilayah sangat kecil, karena wilayah setiap saat dilobi kandidat lainnya," jelasnya.

Selain mengklaim dukungan dari peserta kongres, ketiga kandidat ini juga mengklaim dukungan dari para kyai-kyai berpengaruh seperti yang disampaikan Chotibul, mengaku mendapatkan restu dari Ketua Umum PBNU KH Said Agil Siradj, kyai Mbah Maimun Jubair dari Jateng dan kyai-kyai lainnya. Termasuk kyia dari jawa Timur yang enggan menyebutkan namanya.

"Sebelum kongres sudah sowan-sowan minta doanya seperti Mbah Maimun Jubair," kata Chatibul Umam.

Sedangkan kandidat calon ketum lainnya, Maskud mengaku hanya mendapatkan restu dari dua kyai yang berpengaruh yakni KH Said Agil Siradj dan KH Sholahudin Wahid (Gus Sholah).

"Kalau saya hubungan dengan kyai Agil Siradj jauh sebelum beliau Ketua Umum PBNU. Dan izinnya sudah lama. Saya juga dipercaya Gus Sholah, hampir semua langkah-langkah saya, saya laporkan ke Gus Sholah," ujarnya.

Syaifullah Tamliha juga mengaku sowan ke kyai. Namun, dia mengkritis para kyai yang 'dijual' para kandidat dalam pencalonannya sebagai ketum Ansor.

"Ulama harus ditempatkan ditempat yang terhormat. Semua calon anak mereka, tapi jangan dijual-jual terlalu murah. Bagaimana kalau sudah direstui kyai Said tapi kalah, itu berarti nggak manjur. Kan kasihan sama kyai yang namanya dijual," kata pria yang mengaku pernah mengikuti pelatihan intelijen ini.

(roi/van)


Berita Terkait