Alotnya pembahasan tersebut dikarenakan masih terdapat pro dan kontra mengenai jabatan Gubernur apakah akan dipilih langsung atau dipilih oleh DPRD.
Terkait hal tersebut, Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) PKS DKI tetap menginginkan agar Gubernur DKI nantinya dipilih secara langsung.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut pria yang akrab di sapa bang Didin ini, pemilihan langsung akan lebih demokratis. Di samping itu, syarat demokrasi seperti masyarakat yang cerdas sudah terpenuhi.
"Masyarakat Jakarta kan sudah cerdas-cerdas, sudah tidak bisa dibohongi, jadi tidak perlu menggunakan perwakilan. Di tempat lain mungkin bisa, tapi di DKI sistem terbaik adalah pemilihan langsung," terang Didin.
Saat ditanya apakah PKS akan kembali mengusulkan calon untuk menduduki DKI 1, Didin belum bisa menjawab. Partainya masih menunggu kepastian dari UU Pemilukada.
"Kita tunggu saja UU Pemilukada disahkan, setelah jelas mekanisme baru kita tentukan langkah selanjutnya. Yang jelas bagi kami untuk DKI, pemilihan langsung adalah yang terbaik," imbuhnya.
Sebelumnya Menteri Dalam Negeri, Gamawam Fauzi mengusulkan mengusulkan klausul pemilihan gubernur tidak dilaksanakan melalui pemilihan oleh rakyat secara langsung, tetapi oleh DPRD provinsi dalam RUU Pemilukada. (her/van)











































