Manfaatkan Posisi Sebagai Ketua, RI Akan Kuatkan Peran di ASEAN

Manfaatkan Posisi Sebagai Ketua, RI Akan Kuatkan Peran di ASEAN

- detikNews
Sabtu, 15 Jan 2011 16:55 WIB
Manfaatkan Posisi Sebagai Ketua, RI Akan Kuatkan Peran di ASEAN
Lombok - Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ASEAN ke-16 di Hanoi pada tanggal 8-9 April 2010 tahun lalu, telah menetapkan Indonesia sebagai Ketua ASEAN terhitung sejak awal Januari 2011. Mengingat posisi strategis itu, Indonesia tidak akan menyia-nyiakannya untuk menguatkan perannya di ASEAN.

"Tahun 2011 ini adalah momentumnya (Indonesia), Pak Menlu (Marty Natalegawa) dan Pak Presiden (SBY) ingin membawa (posisi Indonesia sebagai Ketua ASEAN) bukan hanya bagaimana kita bisa mengakselerasi pembentukan komunitas ASEAN 2015. Tetapi, bagaimana kita bisa menentukan arah ASEAN sejak tahun 2015 sampai tahun 2022 mendatang, bagaimana sebaiknya ASEAN ini, dan tahun inilah momentumnya," ujar Wakil Tetap RI untuk ASEAN Ngurah Swajaya di sela-sela acara AMM Retreat di The Santosa, Senggigi, Lombok, NTB, Sabtu (15/1/2011).

Ngurah menambahkan, dengan terpilihnya Indonesia menjadi Ketua ASEAN 2011, maka ke depan Indonesia bisa berkontribusi menentukan arah ASEAN community yang diharapkan dapat tercapai pada tahun 2015. Dia yakin Indonesia mampu memanfaatkan posisi ini sebaik mungkin.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Saya juga pernah menerima laporan dari World Bank, untuk bidang ekonomi. Dan hasilnya, Indonesia dinilai sangat baik, terlebih dengan kembali jadi tuan rumahnya Indonesia untuk ASEAN Summit yang direncanakan pada bulan Oktober nanti. Itu artinya harapan masyarakat ASEAN sangat besar dengan kepemimpinan Indonesia di ASEAN," imbuhya.

Sebagai negera yang punya peran penting untuk masa depan ASEAN, Indonesia dipastikan akan menyampaikan agenda-agenda penting dalam ASEAN Summit. Namun apa agenda strategis yang akan disampaikan Indonesia itu, Ngurah memilih merahasiakannya.

"Oh sudah ada, tapi itukan rahasia dapur. Kalau kita bilang sekarang agendanya apa, itu akan mendahului pembahasan Pak Menlu dengan rekan-rekan beliau. Biar 10 negara ini berbicara dan kemudian disepakati baru kita sampaikan. Yang terpenting 3 tiga pilar ASEAN Community yakni ASEAN political and security community, masyarakat ekonomi, serta masyarakat sosial dan budaya ASEAN, dan itu harus berjalan bersamaan dan tetap jadi prioritas," jelas Ngurah.

Ngurah juga mengatakan, saat ini posisi ASEAN cukup diperhitungkan di tingkat global. Tak hanya itu, keberadaan ASEAN juga berperan penting untuk mengontrol segala sesuatu yang berkembang di berbagai belahan dunia.

"Maka itu, kita berharap di PBB nanti, negara-negara ASEAN tidak lagi mengirim perwakilan ketika membicarakan sesuatu hal dengan mengenakan bendera masing-masing negara, melainkan bendera ASEAN. Kita akan optimis semua itu tercapai tentunya dengan negosiasi dan pembahasan-pembahasan yang dilakukan dengan negara di ASEAN," tandasnya.

(lia/nvc)


Berita Terkait