Polisi-Warga Bentrok, 5 Warga Tual Tewas Tertembus Timah Panas

Polisi-Warga Bentrok, 5 Warga Tual Tewas Tertembus Timah Panas

- detikNews
Sabtu, 15 Jan 2011 16:37 WIB
Ambon - Gara-gara kasus penganiayaan seorang warga Tual, Ambon, polisi dan warga terlibat bentrok. Akibatnya, lima orang tewas tertembus timah panas, termasuk satu oknum polisi. Dua pos Lantas jadi sasaran amuk warga, hangus dibakar.

Insiden ini berawal dari kematian Alibaba Raharusun warga Maluku Tenggara yang berdomisili di Kota Dobo, Jumat (14/1) kemarin. Ia diduga dianiaya oknum polisi dari Polres Aru. Tidak terima tewasnya Raharusun, warga pun memblokir sejumlah ruas jalan dan membakar dua Pos Lantas di Kota Dobo sebagai aksi balas dendam.

Menurut informasi yang diperoleh detikcom, awalnya korban melakukan pelanggaran lalu lintas. Raharusun kemudian digelandang ke Pos Polantas terdekat untuk diinterogasi.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sesampainya disana Raharusun kemudian dianiaya salah satu oknum Polantas, Arnold Huliselan hingga babak belur. Setelah dianiaya Raharusun kemudian dibawa ke rumah sakit terdekat untuk dirawat. Namun luka-luka akibat penganiayaan menyebabkan nyawa Raharusun tak tertolong lagi.

Tak terima dengan kematian Raharusun, warga setempat yang terbakar emosi kemudian beramai-ramai memblokir sejumlah ruas jalan dan membakar dua Pos Polantas di Kota Dobo. Aparat kepolisian langsung mengamankan situasi.

Namun warga tidak mempedulikan instruksi polisi agar menghentikan aksinya. Pihak kepolisian kemudian melepaskan tembakan peringatan beberapa kali. Warga tetap tak peduli, dan akibatnya pihak kepolisian terpaksa melepaskan tembakan ke arah warga.

Sayangnya, tiga warga terkena peluru tersebut. Mereka adalah, Wilman Walten, Arman Mawar, dan Majid. Salah satu oknum polisi bernama Jhon Maitimu, ikut tertembak dalam aksi itu.

Sementara itu, Kapolres Aru AKBP Solihin ketika dikonfitmasi detikcom, telepon selularnya tak aktif dan bernada di luar jangkauan. Namun, Kabid Humas Polda Maluku, Jhon Huwae membenarkan adanya tragedi ini.

"Sementara kasusnya lagi diselidiki. Bahkan tim dari Polda Maluku sudah menuju ke lokasi kejadian," ungkap Huwae.
(han/nvc)


Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads