Calon Non Partisan Dikabarkan 'Jual Suara' ke Marwan Ja'far

Calon Non Partisan Dikabarkan 'Jual Suara' ke Marwan Ja'far

- detikNews
Sabtu, 15 Jan 2011 13:15 WIB
Surabaya - Sehari jelang dilangsungkannya proses pemungutan suara dalam Kongres GP Ansor ke-XIV, suhu persaingan antar kandidat terus memanas. Black campaign tak jarang dilancarkan, seperti yang terjadi pada sosok Choirul Sholeh Rasyid. Satu-satunya kandidat non partisan ini dikabarkan telah 'menjual' suaranya ke Marwan Ja'far.

Fuad Latief, juru bicara tim pemenangan Choirul Sholeh Rasyid membenarkan adanya serangan terhadap kubunya. Modus yang dilakukan penyerang adalah dengan menyebarluaskan informasi tersebut melalui SMS dan gethok tular di arena kongres.

"Kami pastikan itu black campaign, karena kami tidak mungkin menjual suara yang sudah kami kantongi. Kami tidak ingin kecewakan konstituen yang sejak belum dilangsungkannya kongres sudah memberikan dukungan, mendorong Pak Choirul maju," tegas Fuad, di arena kongres, Asrama Haji Sukolilo, Surabaya, Sabtu (15/1/2011).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Fuad lantas menambahkan, serangan tersebut pertama diketahuinya Jumat malam, setelah sejumlah konstituen berusaha mengonfirmasikannya kepada tim pemenangan. "Kami tahu siapa yang melakukan, tapi biar kader yang menerka siapa sebenarnya yang melakukan," sambungnya.

Lebih lanjut pemuda lulusan Universitas Indonesia tersebut juga mengatakan, black campaign yang menyerang kubunya menjadikan Kongres GP Ansor ke-XIV ternodai. Ini setelah dalam pembukaan lalu, Ketua Umum PBNU KH. Said Aqiel Siradj sudah berpesan agar calon kandidat bersaing secara sehat, tetap beretika dan tidak menghalalkan segara cara.

"Kami minta konstituen tidak terpengaruh. Biar mereka yang melakukan ini mendapatkan balasannya, dan Pak Choirul sebagai kandidat yang didukung oleh penuh PBNU akan selalu menghormati pesan Pak Said," tandasnya.

Dengan adanya serangan black campaign tersebut, Fuad tetap bersyukur karena dukungan terhadap calon yang diusungnya tidak berkurang. Sebaliknya, dukungan baru diakui terus bermunculan, meski hanya bersifat psikologis.

Sehari menjelang pemilihan, sejumlah tokoh-tokoh dari PBNU, GP Ansor dan ulama terus berdatangan untuk memberikan dukungan ke Choirul Sholeh Rasyid. Setelah sebelumnya Slamet Efendy Yusuf, yang terakhir datang adalah istri (Alm) Iqbal Assegaf, mantan Ketua GP Ansor yang disebut-sebut sebagai sosok pelopor kemandirian dan kemajuan organisasi tersebut.

Sementara dari kalangan ulama, yang terakhir datang adalah Habib Ali Assegaf dari Jakarta. Bahkan ulama kenamaan tersebut didaulat memberikan petuah ke sejumlah pimpinan wilayah GP Ansor pendukung Choirul Sholeh Rasyid, agar membulatkan pilihannya terhadap calon yang sudah diyakini benar.



(bdh/gah)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads