Kandidat Partisan Bersaing Ketat dengan Nonpartisan

Kongres XIV GP Ansor

Kandidat Partisan Bersaing Ketat dengan Nonpartisan

- detikNews
Jumat, 14 Jan 2011 22:16 WIB
Surabaya - Berlatar belakang politik dengan dukungan besar yang mengusungnya, tak menjadikan kandidat Ketua Umum GP Ansor partisan serta merta unggul telak. Satu calon nonpartisan bisa memberikan perlawanan, hingga menjadikan persaingan terasa sangat ketat.

Dari informasi yang dihimpun di lokasi Kongres GP Ansor ke XIV Asrama Haji Sukolilo, Surabaya, hingga Jumat (14/1/2011) siang, peta kekuatan mulai terbaca. Dua kandidat partisan sementara menguat, yaitu Nusron Wachid (Golkar) dan Chotibul Umam Wiranu (Demokrat).

"Kalau di mata saya, Nusron (Wachid) sementara unggul. Di bawahnya ada Umam. Kalau Marwan, jauh," kata Ketua Pengurus Wilayah Organisasi Nasional Demokrat Jatim, Hasan Aminudin sambil berbisik, saat ditemui wartawan di lokasi kongres.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Meski demikian Hasan enggan menganggapi keunggulan Nusron karena dukungan financial besar dari partai politik yang ada di belakangnya. Hal yang sama disampaikan A'am, salah satu anggota tim pemenangan Nusron Wachid dalam Konggres GP Ansor ke XIV. Namun jawaban yang sama dengan Hasan Aminudin juga disampaikan, saat dia ditanya calon yang diusungnya karena adanya dukungan kuat financial.

"Buktinya apa kalau kami money politic, SMS yang beredar itu? Fitnah itu semua, yang benar bukan 100 miliar, tapi 200 (miliar)," jawab A'am sambil tersenyum.

Sementara tim pemenangan Choirul Sholeh Rasyid, kandidat non partisan yang mampu meramaikan persaingan juga mengakui menguatnya dukungan untuk Nusron Wachid. Namun perubahan diyakini akan bisa berubah saat proses pemungutan suara dilangsungkan pada Sabtu (15/1/2011) besok.

"Kami tidak menyebutnya unggul, tapi menguat. Itu sementara dan kami yakin bisa membalikkan keadaan," kata juru bicara tim pemenangan Choirul Sholeh Rasyid, Fuad Latief.

Fuad juga mengatakan, dari 519 suara yang akan diperebutkan dalam pemilihan, pihaknya sudah mengantongi 140 dukungan. Kondisi itu dianggap aman, setidaknya untuk memaksakan dijalankannya pemungutan suara dalam 2 kali putaran.

"100 aman untuk masuk ke putaran kedua, dan kami sudah dapat 140. Sampai sekarang konsolidasi terus kami lakukan, sehingga besok hasilnya kami yakin akan bisa lebih baik," lanjutnya.
(ze/mok)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads