Presiden Jadwalkan Pertemuan dengan Tokoh Lintas Agama

Presiden Jadwalkan Pertemuan dengan Tokoh Lintas Agama

- detikNews
Jumat, 14 Jan 2011 21:26 WIB
Presiden Jadwalkan Pertemuan dengan Tokoh Lintas Agama
Jakarta - Presiden SBY akan menjadwalkan pertemuan dengan sejumlah tokoh lintas agama. Pertemuan tersebut untuk menindaklanjuti tudingan sejumlah tokoh agama yang menilai pemerintah telah melakukan 18 kebohongan.

"Sedang mencari waktu yang tepat untuk bertemu. Presiden sebenarnya siap kapan pun, minus dengan hari yang sudah dipatok terkait kunjungan ke beberapa daerah. Namun mungkin minggu-minggu ini ada hari penting dimana pertemuan ini sangat ditunggu oleh kedua belah pihak," ujar staf khusus presiden bidang komunikasi politik, Daniel Sparingga.

Hal itu dia katakan usai acara Dengar Pendapat Publik bertajuk 'Badan Pekerja Gerakan Tokoh Lintas Agama Melawan Kebohongan' di kantor PGI, Jl Salemba Raya, Jakarta, Jumat (14/1/2011).
Β 
Daniel mengatakan, kehadiran dirinya dalam acara tersebut untuk mendengar langsung dan menyampaikannya kepada presiden. Dia akan menyampaikan malam ini dan akan menyiapkan data yang lebih terperinci.

"Ini begitu penting bagi pesiden karena ada sangkaan yang begitu serius. Tuduhan berbohong itu bukan suatu hal yang remeh bagi sebuah pemerintahan yang berkomitmen untuk inline dengan janjinya," jelasnya.

Menurut Daniel, bila ada banyak kekurangan dalam kebijakan pemerintah mungkin itu bagian dari kegagalan. Presiden menerimanya jika ada argumen yang mengatakan demikian.

"Sebenarnya presiden tidak keberatan dengan kritik mengenai ketidak berhasilan. Namun kita menolak jika disebut berbohong karena tuduhan itu berarti memelintir fakta atau kenyataan yang sebenarnya," imbuhnya.

Daniel membantah jika dikatakan presiden cemas dengan sikap para tokoh agama tersebut sehingga dijadwalkan pertemuan. Presiden justru menghormati pemimpin agama dan diyakini mereka tidak membawa agenda politik.

"Mungkin dalam berbicara presiden merasa mereka ada yang keliru oleh karena itu saya diperintahkan untuk memastikan dokumen itu seperti apa. Sampai saya mengetahui bahwa sebenarnya tidak ada dokumen itu," paparnya.

Apakah butir-butir kebohongan yang disampaikan itu bisa diterima oleh presiden? "Saya ditugaskan untuk menangkap dan mancatat setiap apa yang disampaikan, dan saya lanjutkan ke presiden," jawabnya.

Hadir dalam acara tersebut Romo Benny Susetyo, Ray Rangkuti, Pendeta Andreas Yewangoe, Yudi Latief, Tama S Langkun, Hendri Saparini, Sri Palupi dan sejumlah aktivis lainnya.
(mpr/mok)


Berita Terkait