"Tidak. Justru Menko Polhukam dalam beberapa kesempatan menyampaikan pesan penting kepada insan pers, bahwa negara tidak bermaksud untuk atau ada rencana sistematik untuk merecoki ruang publik," ujar Daniel.
Hal itu disampaikan Daniel usai acara Dengar Pendapat Publik bertajuk 'Badan Pekerja Gerakan Tokoh Lintas Agama Melawan Kebohongan' di kantor PGI, Jl Salemba Raya, Jakarta, Jumat (14/1/2011).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sebelumnya wartawan senior Kompas, Budiarto Shambazy menilai pernyataan Menko Polhukam, Djoko Suyanto terkait editorial sebuah media massa adalah bentuk intimidasi.
"Pernyataan Menko Polhukam kepada media beberapa waktu lalu mengomentari editorial sebuah media massa tentang kebohongan pemerintah, menurut saya itu intimidasi," kata Budiarto dalam acara yang sama.
(mpr/mok)











































