"Di beberapa negara tertentu, meraka lebih senang ditahan di sana," kata Menteri Hukum dan HAM Patrialis Akbar di kantornya, Jalan HR Rasuna Said, Jakarta, Jumat (14/1/2011).
Patrialis mengatakan, penjara-penjara di luar negeri khususnya di negara maju memang cukup mewah. Kemewahan di penjara luar negeri sama nyamannya dengan penjara Artalita Suryani yang beberapa waktu lalu terekam media.
"Tidur sendiri, televisi sendiri, kloset American Style. Bisa makan steak setiap saat," kata Patrialis sambil tertawa.
Meski begitu, Patrialis mengatakan, rencana itu akan terus dilanjutkan. Hal itu sebagai salah satu bentuk perlindungan WNI di luar negeri. Meskipun jika itu benar-benar terjadi, penjara di Indonesia bisa semakin kelebihan kapasitas.
"Harus dibedakan over capacity dan perlindungan WNI. Kalau di sini kan keluarganya bisa jenguk. Tapi masih belum tahu akan dikabulkan atau tidak," kata Patrialis.
(ken/fay)











































